<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Sintegcom</title>
	<atom:link href="http://sintegcom.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sintegcom.wordpress.com</link>
	<description>Ilmu Komputer &#38; Syar&#039;i</description>
	<lastBuildDate>Sun, 15 Nov 2009 14:36:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='sintegcom.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Sintegcom</title>
		<link>http://sintegcom.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://sintegcom.wordpress.com/osd.xml" title="Sintegcom" />
	<atom:link rel='hub' href='http://sintegcom.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Bolehkah Bergabung dengan Partai Politik?</title>
		<link>http://sintegcom.wordpress.com/2009/11/15/bolehkah-bergabung-dengan-partai-politik/</link>
		<comments>http://sintegcom.wordpress.com/2009/11/15/bolehkah-bergabung-dengan-partai-politik/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 14:27:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sintegcom</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu Syar&#039;i]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sintegcom.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Kamis, 09 April 2009 &#8211; 21:58:19 :: kategori Aqidah Penulis: Redaksi Asy Syariah Apakah dengan kita tidak berpartisipasi dalam pemilu atau tidak mendukung partai politik (partai berlabel Islam) sama saja kita membiarkan partai atau orang-orang sekuler mengatur dan memimpin negara ini, yang tentunya menyebabkan mereka menerapkan undang-undang sekuler dan menolak dengan tegas syariat Islam? Ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sintegcom.wordpress.com&amp;blog=2466032&amp;post=30&amp;subd=sintegcom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kamis, 09 April 2009 &#8211; 21:58:19 :: kategori Aqidah<br />
Penulis: Redaksi Asy Syariah</p>
<p>Apakah dengan kita tidak berpartisipasi dalam pemilu atau tidak mendukung partai politik (partai berlabel Islam) sama saja kita membiarkan partai atau orang-orang sekuler mengatur dan memimpin negara ini, yang tentunya menyebabkan mereka menerapkan undang-undang sekuler dan menolak dengan tegas syariat Islam?</p>
<p>Ada anggapan bahwa dengan masuk ke partai kita bisa mengubah sistem dan peraturan kenegaraan dari sistem jahiliyah ke sistem syar’iyyah secara bertahap, yakni dengan mengalihkan undang-undang sekuler ke undang-undang Islam. Bagaimanakah seharusnya sikap dan tindakan kita?</p>
<p>Apakah dengan alasan darurat demi membendung gerak langkah musuh-musuh Islam, kita boleh masuk ke partai dan parlemen?<br />
Abu Lukman, Wonosobo</p>
<p>Ketidakikutsertaan kita ke parpol berlabel Islam tidak berarti kita membiarkan parpol yang tidak berlabel Islam untuk menetapkan undang-undang sekuler karena pintu nasehat terbuka dengan banyak cara, bisa dengan bicara langsung dengan mereka (pemerintah), melalui surat atau cara lain yang sesuai dengan Islam (Lihat Asy Syariah edisi lalu tentang Cara Menasehati Penguasa). Bukankah orang-orang yang duduk di pemerintahan kebanyakan orang-orang Islam?</p>
<p>Seandainya parpol berlabel Islam ikut di parlemen apakah mereka dapat merubah sistem demokrasi yang bertolak belakang 180 derajat dengan Islam? Tentu tidak. Sehingga masuknya mereka tidak akan merubah sistem tapi justru merubah diri mereka dari orang yang taat menjadi orang yang bermaksiat. Karena sejak mereka masuk (ke dalam parlemen) sudah diambil sumpahnya untuk mengakui sistem yanga ada dan (mengakui) keberadaan partai-partai lain selain Islam. Dan ini awal kekalahan, ditambah maksiat-maksiat lain yang tidak bisa dihindari. Apakah memperbaiki kedaan itu dengan cara bermaksiat kepada Allah atau dengan taat kepadanya?</p>
<p>Cara memperbaiki yang benar adalah dengan tashfiyah dan tarbiyah, membersihkan Islam dari segala kotoran dan mendidik umat di atas Islam yang murni. Ingat ucapan Al-Imam Malik:<br />
“Umat ini tidak akan baik kecuali dengan sesuatu yang (telah) memperbaiki generasi awal (umat ini).”<br />
- Alasan bahwa dengan masuk parlemen akan bisa mengubah sisitem yang ada tak lebih sekedar dalih untuk membolehkan masuk dalam parlemen, karena sesungguhnya merubah sistem yang ada adalah sesuatu yang mustahil. Apa yang bisa mereka rubah? Kalau misalnya bisa sebagian, berapa persen besarnya? Dan apakah mereka benar-benar bisa merubah sistem ini? Tolong dijawab secara realistis dan jangan dengan khayalan. Yang jelas sistem ini (demokrasi) adalah bathil sejak awalnya.<br />
- Bila alasan darurat yang dipakai maka merupakan alasan yang terlalu jauh. Bagaimana kita masuk ke dalam sistem yang bertolak belakang dengan Islam lalu beralasan dengan darurat? Mana penerapan syariat Islam yang menjadi syiar pergerakan? Bagaimana mereka menerapkan syariat Islam secara kaffah dan memperjuangkannya sedang belum apa-apa sudah melanggar syariat Islam yang agung. Coba renungkan!</p>
<p>Wallahu a’lam.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sintegcom.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sintegcom.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sintegcom.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sintegcom.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sintegcom.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sintegcom.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sintegcom.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sintegcom.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sintegcom.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sintegcom.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sintegcom.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sintegcom.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sintegcom.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sintegcom.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sintegcom.wordpress.com&amp;blog=2466032&amp;post=30&amp;subd=sintegcom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sintegcom.wordpress.com/2009/11/15/bolehkah-bergabung-dengan-partai-politik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/442a2597e1aa1ec1619b64cc9fdef01d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sintegcom</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Komputer Bersih Komputer Sehat</title>
		<link>http://sintegcom.wordpress.com/2008/01/09/komputer-bersih-komputer-sehat/</link>
		<comments>http://sintegcom.wordpress.com/2008/01/09/komputer-bersih-komputer-sehat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Jan 2008 15:21:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sintegcom</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu Komputer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sintegcom.wordpress.com/2008/01/09/komputer-bersih-komputer-sehat/</guid>
		<description><![CDATA[Kebersihan pangkal Kesehatan. hal yg sama berlaku untuk komputer anda. kalo pc tua anda belakangan ini mulai rewel dan &#8216;bertingkah&#8217; aneh&#8230; kadang2 ram tidak detek. kadang2 cdrom hilang&#8230; kadang2 gak mau boot&#8230; kadang2 reset 5x baru bisa masuk windows&#8230; mungkin saja disebabkan pc anda tidak betah dgn kondisi kotor didalamnya. ini cara membersihkan pc anda [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sintegcom.wordpress.com&amp;blog=2466032&amp;post=28&amp;subd=sintegcom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kebersihan pangkal Kesehatan.</p>
<p>hal yg sama berlaku untuk komputer anda.</p>
<p>kalo pc tua anda belakangan ini mulai rewel dan &#8216;bertingkah&#8217; aneh&#8230; kadang2 ram tidak detek. kadang2 cdrom hilang&#8230; kadang2 gak mau boot&#8230; kadang2 reset 5x baru bisa masuk windows&#8230;</p>
<p>mungkin saja disebabkan pc anda tidak betah dgn kondisi kotor didalamnya.</p>
<p>ini cara membersihkan pc anda supaya tidak rewel&#8230;</p>
<p>alat2 yg diperlukan:</p>
<ul>
<li>kuas</li>
<li>penghapus pensil</li>
<li>kalo ada&#8230; vacum cleaner dan/atau semprotan udara</li>
<li>obeng</li>
</ul>
<p>langkah2 membersihkan pc anda:</p>
<ul>
<li>buka baut2 casing (pake obeng kali ye&#8230;) supaya anda bisa akses langsung isi perut pc anda. (peringatan! kalo masih garansi, membuka casing akan membatalkan garansi pc anda!)</li>
<li>buka baut2 di card pci dan cabut semua card pci</li>
<li>cabut semua kabel2 dari motherboard</li>
<li>cabut ram/memory</li>
<li>(optional, experience user only!) cabut cpu dari motherboard. buka baut2 motherboard dari casing. cabut motherboard dari casing. (anda harus mengerti pemasangan kembali cpu ke motherboard karena kesalahan pemasangan cpu akan merusak cpu dan motherboard anda!)</li>
<li>cabut hdd, cdrom, floppy, dsb&#8230;</li>
<li>mulai bersih2&#8230; nyalakan vacum cleaner, sedot semua debu. gunakan semprotan untuk lokasi yg sulit diakses vacum cleaner. bisa juga gunakan kuas.</li>
<li>gunakan hapusan pensil untuk membersihkan pins/konektor ram dan vga/pci card.</li>
<li>pasang kembali semuanya pada posisi semula.</li>
<li>nyalakan! banyak masalah dan kerewelan pc akan lenyap dan pc anda kembali bersih dan nyaman&#8230; anda pun lebih nyaman bekerja dgn kondisi lebih bersih</li>
</ul>
<p>walaupun pc anda selalu berada didalam ruangan tertutup dan ac, anda akan terkejut melihat isi perut pc anda yg penuh debu&#8230;..</p>
<p>silakan mencoba!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sintegcom.wordpress.com/28/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sintegcom.wordpress.com/28/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sintegcom.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sintegcom.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sintegcom.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sintegcom.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sintegcom.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sintegcom.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sintegcom.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sintegcom.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sintegcom.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sintegcom.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sintegcom.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sintegcom.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sintegcom.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sintegcom.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sintegcom.wordpress.com&amp;blog=2466032&amp;post=28&amp;subd=sintegcom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sintegcom.wordpress.com/2008/01/09/komputer-bersih-komputer-sehat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/442a2597e1aa1ec1619b64cc9fdef01d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sintegcom</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Membuat Text Efek Gloopy</title>
		<link>http://sintegcom.wordpress.com/2008/01/09/membuat-text-efek-gloopy/</link>
		<comments>http://sintegcom.wordpress.com/2008/01/09/membuat-text-efek-gloopy/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Jan 2008 15:14:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sintegcom</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu Komputer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sintegcom.wordpress.com/2008/01/09/membuat-text-efek-gloopy/</guid>
		<description><![CDATA[Sekarang kita akan membuat sebuah tulisan dengan menggunakan efek Gloopy. Efek Gloopy adalah efek yang biasa digunakan dalam film-film tentang monster ataupun rawa-rawa. Nah, sekarang yuk kita coba membuatnya. Kita membutuhkan Adobe Photoshop untuk melakukannya. Jadi siapkan Photoshopmu dan mari mulai berkreasi. Pertama buka dokumen, terserah ukuran berapapun yang kamu inginkan dan pilihlah text tool. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sintegcom.wordpress.com&amp;blog=2466032&amp;post=27&amp;subd=sintegcom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://cafeblogger.web.id/images/gloop.gif" align="left" border="0" height="100" width="300" />Sekarang kita akan membuat sebuah tulisan dengan menggunakan efek Gloopy. Efek Gloopy adalah efek yang biasa digunakan dalam film-film tentang monster ataupun rawa-rawa. Nah, sekarang yuk kita coba membuatnya. Kita membutuhkan Adobe Photoshop untuk melakukannya. Jadi siapkan Photoshopmu dan mari mulai berkreasi.<span></span></p>
<p>Pertama buka dokumen, terserah ukuran berapapun yang kamu inginkan dan pilihlah text tool.</p>
<p>Ubahlah warna foreground menjadi #b5e436 an pilihlah font “Fat”</p>
<p>Ketikkan kata-kata yang kamu suka misalnya “GLOOP” kemudian klik kanan layer dan pilih Blending Options. Kemudian lakukan setting sebagai berikut :</p>
<p><img src="http://cafeblogger.web.id/images/gloop1.gif" border="0" height="430" width="500" /><br />
<img src="http://cafeblogger.web.id/images/gloop2.gif" border="0" height="436" width="500" /><br />
<img src="http://cafeblogger.web.id/images/gloop3.gif" border="0" height="430" width="499" /></p>
<p>Klik kanan Layer &gt; Rasterize</p>
<p>Pilih menu filter &gt; distort &gt; ripple ubahlah menjadi 75%.</p>
<p>Pekerjaan selesai dan inilah hasilnya :</p>
<p><img src="http://cafeblogger.web.id/images/gloop.gif" border="0" /></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sintegcom.wordpress.com/27/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sintegcom.wordpress.com/27/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sintegcom.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sintegcom.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sintegcom.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sintegcom.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sintegcom.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sintegcom.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sintegcom.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sintegcom.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sintegcom.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sintegcom.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sintegcom.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sintegcom.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sintegcom.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sintegcom.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sintegcom.wordpress.com&amp;blog=2466032&amp;post=27&amp;subd=sintegcom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sintegcom.wordpress.com/2008/01/09/membuat-text-efek-gloopy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/442a2597e1aa1ec1619b64cc9fdef01d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sintegcom</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cafeblogger.web.id/images/gloop.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://cafeblogger.web.id/images/gloop1.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://cafeblogger.web.id/images/gloop2.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://cafeblogger.web.id/images/gloop3.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://cafeblogger.web.id/images/gloop.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Hati-hati dari sepuluh perusak keislaman kita (II)</title>
		<link>http://sintegcom.wordpress.com/2008/01/09/hati-hati-dari-sepuluh-perusak-keislaman-kita-ii/</link>
		<comments>http://sintegcom.wordpress.com/2008/01/09/hati-hati-dari-sepuluh-perusak-keislaman-kita-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Jan 2008 14:01:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sintegcom</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu Syar&#039;i]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sintegcom.wordpress.com/2008/01/09/hati-hati-dari-sepuluh-perusak-keislaman-kita-ii/</guid>
		<description><![CDATA[Hati-hati dari sepuluh perusak keislaman kita (II) Rabu, 12 Januari 2005 &#8211; 23:06:52 Penulis: Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Al-Washobi Kelima, orang yang membenci apa yang dibawa oleh Rasul Shallallahu ‘alaihi wasallam. Kendati dia tetap mengamalkannya. Maka, orang ini dihukumi kafir. وَالَّذِينَ كَفَرُوا فَتَعْسًا لَهُمْ وَأَضَلَّ أَعْمَالَهُمْ(8)ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَرِهُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ(9) “Dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sintegcom.wordpress.com&amp;blog=2466032&amp;post=26&amp;subd=sintegcom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hati-hati dari sepuluh perusak keislaman kita (II)</p>
<div class="article-index-meta">Rabu, 12 Januari 2005 &#8211; 23:06:52</div>
<div class="article-index-meta">Penulis: Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Al-Washobi</div>
<div class="article-index-content">
<p>Kelima, orang yang membenci apa yang dibawa oleh Rasul Shallallahu ‘alaihi wasallam. Kendati dia tetap mengamalkannya. Maka, orang ini dihukumi kafir.<br />
وَالَّذِينَ كَفَرُوا فَتَعْسًا لَهُمْ وَأَضَلَّ أَعْمَالَهُمْ(8)ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَرِهُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ(9)<br />
“Dan orang-orang yang kafir maka kecelakaanlah bagi mereka dan Allah menghapus amal-amal mereka. Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (Al Qur&#8217;an) lalu Allah menghapuskan (pahala-pahala) amal-amal mereka.” (Muhammad:8-9)</p>
<p>إِنَّ الَّذِينَ ارْتَدُّوا عَلَى أَدْبَارِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْهُدَى الشَّيْطَانُ سَوَّلَ لَهُمْ وَأَمْلَى لَهُمْ(25)ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا لِلَّذِينَ كَرِهُوا مَا نَزَّلَ اللَّهُ سَنُطِيعُكُمْ فِي بَعْضِ الْأَمْرِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِسْرَارَهُمْ(26)فَكَيْفَ إِذَا تَوَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ يَضْرِبُونَ وُجُوهَهُمْ وَأَدْبَارَهُمْ(27)ذَلِكَ بِأَنَّهُمُ اتَّبَعُوا مَا أَسْخَطَ اللَّهَ وَكَرِهُوا رِضْوَانَهُ فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ(28)<br />
“Sesungguhnya orang-orang yang kembali ke belakang (kepada kekafiran) sesudah petunjuk itu jelas bagi mereka, syaitan telah menjadikan mereka mudah (berbuat dosa) dan memanjangkan angan-angan mereka. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka (orang-orang munafik) itu berkata kepada orang-orang yang benci kepada apa yang diturunkan Allah (orang-orang Yahudi): &#8220;Kami akan mematuhi kamu dalam beberapa urusan&#8221;, sedang Allah mengetahui rahasia mereka. Bagaimanakah (keadaan mereka) apabila malaikat (maut) mencabut nyawa mereka seraya memukul muka mereka dan punggung mereka? Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka mengikuti apa yang menimbulkan kemurkaan Allah dan (karena) mereka membenci (apa yang menimbulkan) keridhaan-Nya; sebab itu Allah menghapus (pahala) amal-amal mereka.” (Muhammad: 25-28)</p>
<p>Keenam, orang yang memperolok-olok Allah atau Rasul-Nya, Al-Qur`an, agama Islam, malaikat, dan para ulama yakni ilmu yang dihasung ulama tersebut. Atau, memperolok-olok salah satu syiar Islam, seperti shalat, zakat, puasa, haji, thawaf di Ka’bah, wukuf di Arafah, masjid, azan, jenggot, sunnah-sunnah Nabi, dan lain-lain dari syiar-syiar Allah dan kesucian Islam, maka orang yang semacam ini dihukumi kafir.<br />
وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللَّهِ وَءَايَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ(65)لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ إِنْ نَعْفُ عَنْ طَائِفَةٍ مِنْكُمْ نُعَذِّبْ طَائِفَةً بِأَنَّهُمْ كَانُوا مُجْرِمِينَ(66)<br />
“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab: &#8220;Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja&#8221;. Katakanlah: &#8220;Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?&#8221; Tidak usah kamu minta ma`af, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami mema`afkan segolongan daripada kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa.” (At-Taubah :65,66)</p>
<p>إِنَّ الَّذِينَ أَجْرَمُوا كَانُوا مِنَ الَّذِينَ ءَامَنُوا يَضْحَكُونَ(29)وَإِذَا مَرُّوا بِهِمْ يَتَغَامَزُونَ(30)وَإِذَا انْقَلَبُوا إِلَى أَهْلِهِمُ انْقَلَبُوا فَكِهِينَ(31)وَإِذَا رَأَوْهُمْ قَالُوا إِنَّ هَؤُلَاءِ لَضَالُّونَ(32)وَمَا أُرْسِلُوا عَلَيْهِمْ حَافِظِينَ(33)فَالْيَوْمَ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنَ الْكُفَّارِ يَضْحَكُونَ(34)عَلَى الْأَرَائِكِ يَنْظُرُونَ(35)هَلْ ثُوِّبَ الْكُفَّارُ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ(36)<br />
“Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang dahulunya (di dunia) menertawakan orang-orang yang beriman. Dan apabila orang-orang yang beriman lalu di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya. Dan apabila orang-orang berdosa itu kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira. Dan apabila mereka melihat orang-orang mu&#8217;min, mereka mengatakan: &#8220;Sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat&#8221;, padahal orang-orang yang berdosa itu tidak dikirim untuk penjaga bagi orang-orang mu&#8217;min. Maka pada hari ini, orang-orang yang beriman menertawakan orang-orang kafir, mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang. Sesungguhnya orang-orang kafir telah diberi ganjaran terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.” (Muthaffifin:29-36)</p>
<p>وَإِذَا رَأَيْتَ الَّذِينَ يَخُوضُونَ فِي ءَايَاتِنَا فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ حَتَّى يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ وَإِمَّا يُنْسِيَنَّكَ الشَّيْطَانُ فَلَا تَقْعُدْ بَعْدَ الذِّكْرَى مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ(68)<br />
“Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika syaitan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat (akan larangan itu).” (Al-An’am :68)</p>
<p>وَقَدْ نَزَّلَ عَلَيْكُمْ فِي الْكِتَابِ أَنْ إِذَا سَمِعْتُمْ ءَايَاتِ اللَّهِ يُكْفَرُ بِهَا وَيُسْتَهْزَأُ بِهَا فَلَا تَقْعُدُوا مَعَهُمْ حَتَّى يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ إِنَّكُمْ إِذًا مِثْلُهُمْ إِنَّ اللَّهَ جَامِعُ الْمُنَافِقِينَ وَالْكَافِرِينَ فِي جَهَنَّمَ جَمِيعًا(140)<br />
“Dan sungguh Allah telah menurunkan kepada kamu di dalam Al Qur&#8217;an bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam,” (An-Nisa’ :140)</p>
<p>ذَلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ حُرُمَاتِ اللَّهِ فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ عِنْدَ رَبِّهِ وَأُحِلَّتْ لَكُمُ الْأَنْعَامُ إِلَّا مَا يُتْلَى عَلَيْكُمْ فَاجْتَنِبُوا الرِّجْسَ مِنَ الْأَوْثَانِ وَاجْتَنِبُوا قَوْلَ الزُّورِ(30)<br />
“Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan apa-apa yang terhormat di sisi Allah maka itu adalah lebih baik baginya di sisi Tuhannya. Dan telah dihalalkan bagi kamu semua binatang ternak, terkecuali yang diterangkan kepadamu keharamannya, maka jauhilah olehmu berhala-berhala yang najis itu dan jauhilah perkataan-perkataan dusta.”(Al-Hajj :30)</p>
<p>ذَلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ(32)<br />
“Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi`ar-syi`ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.” (Al-Hajj :32)</p>
<p>Ketujuh, sihir. Di antaranya ialah ash-sharf dan al-‘athf. Adapun ash-sharf ialah praktik sihir yang bertujuan mengubah hasrat dan keinginan manusia, seperti memalingkan kecintaan seorang suami kepada istrinya, dan sebaliknya. Adapun al-athf ialah praktik sihir yang dapat membuat orang menjadi cenderung mencintai sesuatu yang tadinya biasa-biasa saja dengan cara-cara syaitan.<br />
وَاتَّبَعُوا مَا تَتْلُو الشَّيَاطِينُ عَلَى مُلْكِ سُلَيْمَانَ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَا أُنْزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوتَ وَمَارُوتَ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُولَا إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ وَمَا هُمْ بِضَارِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ وَلَقَدْ عَلِمُوا لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍوَلَبِئْسَ مَا شَرَوْا بِهِ أَنْفُسَهُمْ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ(102)<br />
“Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: &#8220;Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir&#8221;. Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.” (Al-Baqarah : 102)</p>
<p>Dari Abdullah bin Mas’ud Radiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya jampi-jampi, tamimah (Penangkal pada anak-anak untuk menolak penyakit ‘ain atau bala, red), dan thiwalah (Semacam jimat supaya suami cinta istri atau sebaliknya , red) itu syirik.” (Riwayat Abu Dawud No.3883, dihasankan Syaikh Muqbil dalam Ash-Shahihul Musnad II/17-18, dishahihkan Syaikh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ No.1632 dan di dalam Silsilah Ash-Shahihah No.331, dan dishahihkan Imam Hakim IV/217 dan disepakati oleh Imam Adz-Dzahabi, juga diriwayatkan Ibnu Majah No.3530, Thabrani dalam Al-Kabir X/262, Ibnu Hibban XIII/456, Al-Baihaqi IX/350)</p>
<p>Kedelapan, membantu orang-orang kafir memerangi kaum muslimin.<br />
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ(51)<br />
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (Al-Maidah : 51)</p>
<p>يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِنْ تُطِيعُوا فَرِيقًا مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ يَرُدُّوكُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ كَافِرِينَ(100) وَكَيْفَ تَكْفُرُونَ وَأَنْتُمْ تُتْلَى عَلَيْكُمْ ءَايَاتُ اللَّهِ وَفِيكُمْ رَسُولُهُ وَمَنْ يَعْتَصِمْ بِاللَّهِ فَقَدْ هُدِيَ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ(101)<br />
“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebahagian dari orang-orang yang diberi Al Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman. Bagaimanakah kamu (sampai) menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu, dan Rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kamu? Barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.”<br />
(Ali Imran : 100,101)</p>
<p>يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِنْ تُطِيعُوا الَّذِينَ كَفَرُوا يَرُدُّوكُمْ عَلَى أَعْقَابِكُمْ فَتَنْقَلِبُوا خَاسِرِينَ(149)بَلِ اللَّهُ مَوْلَاكُمْ وَهُوَ خَيْرُ النَّاصِرِينَ(150)<br />
“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menta`ati orang-orang yang kafir itu, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang (kepada kekafiran), lalu jadilah kamu orang-orang yang rugi. Tetapi (ikutilah Allah), Allahlah Pelindungmu, dan Dia-lah sebaik-baik Penolong.” (Ali Imran : 149-150)</p>
<p>يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لَا تَتَّخِذُوا عَدُوِّي وَعَدُوَّكُمْ أَوْلِيَاءَ تُلْقُونَ إِلَيْهِمْ بِالْمَوَدَّةِ وَقَدْ كَفَرُوا بِمَا جَاءَكُمْ مِنَ الْحَقِّ يُخْرِجُونَ الرَّسُولَ وَإِيَّاكُمْ أَنْ تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ رَبِّكُمْ إِنْ كُنْتُمْ خَرَجْتُمْ جِهَادًا فِي سَبِيلِي وَابْتِغَاءَ مَرْضَاتِي تُسِرُّونَ إِلَيْهِمْ بِالْمَوَدَّةِ وَأَنَا أَعْلَمُ بِمَا أَخْفَيْتُمْ وَمَا أَعْلَنْتُمْ وَمَنْ يَفْعَلْهُ مِنْكُمْ فَقَدْ ضَلَّ سَوَاءَ السَّبِيلِ(1) إِنْ يَثْقَفُوكُمْ يَكُونُوا لَكُمْ أَعْدَاءً وَيَبْسُطُوا إِلَيْكُمْ أَيْدِيَهُمْ وَأَلْسِنَتَهُمْ بِالسُّوءِ وَوَدُّوا لَوْ تَكْفُرُونَ(2)<br />
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu, mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kamu karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad pada jalan-Ku dan mencari keridhaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang. Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Dan barangsiapa di antara kamu yang melakukannya, maka sesungguhnya dia telah tersesat dari jalan yang lurus. (Mumtahanah : 1-2)</p>
<p>يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لَا تَتَوَلَّوْا قَوْمًا غَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ قَدْ يَئِسُوا مِنَ الْآخِرَةِ كَمَا يَئِسَ الْكُفَّارُ مِنْ أَصْحَابِ الْقُبُورِ(13)<br />
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan penolongmu kaum yang dimurkai Allah, sesungguhnya mereka telah putus asa terhadap negeri akhirat sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur berputus asa.” (Mumtahanah : 13)</p>
<p>Kesembilan, orang yang meyakini bahwa ada manusia yang boleh keluar dari syariat Muhammad sebagaimana bolehnya Khidir keluar dari syariatnya Musa AS maka orang yang semacamn ini pu dihukumi kafir. Karena menurutnya, Nabi itu diutus pada suatu kaum tertentu, dan setiap orang tidak mwajib mengikutinya.</p>
<p>Adapun nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam diutuskan kepada sluruh umat Manusia, sehingga tidak dihalalkan bagvi siapapun menyelisihi beliau ataupun keluar dari syariat beliau.<br />
قُلْ يَاأَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ يُحْيِي وَيُمِيتُ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ الَّذِي يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَكَلِمَاتِهِ وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ(158)<br />
“Katakanlah: &#8220;Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk&#8221;. (Al-A’raf :158)</p>
<p>وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ(107)<br />
“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.“  (Al-Anbiya’:107)</p>
<p>تَبَارَكَ الَّذِي نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلَى عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعَالَمِينَ نَذِيرًا(1)<br />
“Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Al Qur&#8217;an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam” (Al-Furqan:1)<br />
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا كَافَّةً لِلنَّاسِ بَشِيرًا وَنَذِيرًا وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ(28)<br />
“Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.” (As-Saba:28)</p>
<p>Dari Jabir bin Abdillah Al-Anshari Radiyallahu ‘anhuma, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Aku diberi oleh Allah lima perkara yang tidak pernah diberikan kepada seorang rasul pun sebelumku: aku ditolong dengan rasa takut yang dialami musuh sejauh perjalanan selama satu bulan, dijadikan bagiku bumi sebagai tempat sujud dan suci, maka siapa saja dari umatku yang mendapati waktu shalat hendaklah dia shalat, dan dihalalkan bagiku ghanimah yang tidak dihalalkan bagi seorang pun sebelumku, diberikan kepadaku syafaat, dan adalah para nabi itu diutus kepada kaumnya saja, sedangkan aku diutus kepada seluruh manusia.” (Bukhari 328, Muslim 521)</p>
<p>إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ وَمَنْ يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ(19)<br />
“Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.” (Ali Imran :19)<br />
وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الإِسْلاَمِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ ﴿۸٥﴾ [آل عمران: ۸٥]<br />
[85] Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. [QS Aali 'Imroon: 85]</p>
<p>الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِينًا<br />
Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni`mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. [QS Al Maaidah: 3]</p>
<p>أَفَغَيْرَ دِينِ اللَّهِ يَبْغُونَ وَلَهُ أَسْلَمَ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَإِلَيْهِ يُرْجَعُونَ ﴿۸۳﴾ [آل عمران: ۸۳]<br />
[83] Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan. [QS Aali 'Imroon: 83]</p>
<p>Dan di dalam hadits:”Demi Allah seadainya Musa AS itu hidup niscaya dia mengikutiku.” (dihasankan Al-Albani Al Irwaul Ghalil II/34 no.1589, dan beliau menyebutkan delapan jalan dan Ibnu Katsir juga menyebutkannya dalam tafsir ayat 81-82 dari surat Ali Imran, II/78, edisi revisi dan diha’ifkan Syaikh Muqbil dalam Hdazal Maudhi’.</p>
<p>Kesepuluh, berpaling dari agama Allah Ta’ala. Tidak mau mempelajari dan mengamalkannya: berpaling dari pokok-pokok agama ini, yang menjadikan seseorang itu muslim meskipun dia jahil dalam masalah-masalah agama yang rinci. Karena mengetahui tentang masalah agama yang rinci itu, terkadang tidak bisa dilakukan kecuali oleh ulama dan penuntut ilmu.<br />
(Surat-surat lain yang mendukung masalah ini) :<br />
مَا خَلَقْنَا السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا إِلاَّ بِالْحَقِّ وَأَجَلٍ مُسَمًّى وَالَّذِينَ كَفَرُوا عَمَّا أُنْذِرُوا مُعْرِضُونَ ﴿۳﴾ [الأحقاف: ۳]<br />
Kami tiada menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan dalam waktu yang ditentukan. Dan orang-orang yang kafir berpaling dari apa yang diperingatkan kepada mereka. (Al Ahqaf : 3)</p>
<p>وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ ذُكِّرَ بِآيَاتِ رَبِّهِ ثُمَّ أَعْرَضَ عَنْهَا إِنَّا مِنَ الْمُجْرِمِينَ مُنْتَقِمُونَ<br />
Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, kemudian ia berpaling daripadanya? Sesungguhnya Kami akan memberikan pembalasan kepada orang-orang yang berdosa. (Sajadah: 22)</p>
<p>وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى ﴿١٢٤﴾ [طه: ١٢٤] Dan Barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta&#8221;. (Thaha:124)<br />
كَذَلِكَ نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنْبَاءِ مَا قَدْ سَبَقَ وَقَدْ ءَاتَيْنَاكَ مِنْ لَدُنَّا ذِكْرًا ﴿۹۹﴾ مَنْ أَعْرَضَ عَنْهُ فَإِنَّهُ يَحْمِلُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وِزْرًا ﴿١۰۰﴾ خَالِدِينَ فِيهِ وَسَاءَ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حِمْلاً ﴿١۰١﴾ [طه: ۹۹ - ١۰١]<br />
[99] Demikianlah Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) sebagian kisah umat yang telah lalu, dan sesungguhnya telah Kami berikan kepadamu dari sisi Kami suatu peringatan (Al Qur&#8217;an). [100] Barangsiapa berpaling daripada Al Qur&#8217;an maka sesungguhnya ia akan memikul dosa yang besar di hari kiamat, [101] mereka kekal di dalam keadaan itu. Dan amat buruklah dosa itu sebagai beban bagi mereka di hari kiamat. (Thaha:99-101). /**</p>
<p>(Diterjemahkan oleh al akh Luqman Yazid edisi Bahasa Indonesia SEPULUH PEMBATAL KEISLAMAN, judul asli Al-Qaulul Mufid fi Adillati At-Tauhid, karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Al-Washabi Al-Yamani, Ulama Ahlusunnah era ini dari Yaman, dikirimkan al Akh Khudori, Malang)</p>
</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sintegcom.wordpress.com/26/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sintegcom.wordpress.com/26/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sintegcom.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sintegcom.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sintegcom.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sintegcom.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sintegcom.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sintegcom.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sintegcom.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sintegcom.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sintegcom.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sintegcom.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sintegcom.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sintegcom.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sintegcom.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sintegcom.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sintegcom.wordpress.com&amp;blog=2466032&amp;post=26&amp;subd=sintegcom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sintegcom.wordpress.com/2008/01/09/hati-hati-dari-sepuluh-perusak-keislaman-kita-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/442a2597e1aa1ec1619b64cc9fdef01d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sintegcom</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hati-hati dari sepuluh perusak keislaman kita (I)</title>
		<link>http://sintegcom.wordpress.com/2008/01/09/hati-hati-dari-sepuluh-perusak-keislaman-kita-i/</link>
		<comments>http://sintegcom.wordpress.com/2008/01/09/hati-hati-dari-sepuluh-perusak-keislaman-kita-i/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Jan 2008 13:59:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sintegcom</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu Syar&#039;i]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sintegcom.wordpress.com/2008/01/09/hati-hati-dari-sepuluh-perusak-keislaman-kita-i/</guid>
		<description><![CDATA[Hati-hati dari sepuluh perusak keislaman kita (I) Kamis, 13 Januari 2005 &#8211; 23:05:08 Penulis: Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Al-Wash Salah seorang ulama Ahlus Sunnah dari negeri Yaman, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Al-Washabi, menulis dalam kitab beliau yang ringkas “Al-Qaulul Mufid fi Adillati At-Tauhid,” sepuluh sebab yang menyebabkan batalnya keislaman seseorang. Tidak seperti batalnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sintegcom.wordpress.com&amp;blog=2466032&amp;post=25&amp;subd=sintegcom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hati-hati dari sepuluh perusak keislaman kita (I)</p>
<div class="article-index-meta">Kamis, 13 Januari 2005 &#8211; 23:05:08</div>
<div class="article-index-meta">Penulis: Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Al-Wash</div>
<div class="article-index-content">Salah seorang ulama Ahlus Sunnah dari negeri Yaman, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Al-Washabi, menulis dalam kitab beliau yang ringkas “Al-Qaulul Mufid fi Adillati At-Tauhid,” sepuluh sebab yang menyebabkan batalnya keislaman seseorang. Tidak seperti batalnya jenis-jenis ibadah lain di dalam Islam yang tidak mengeluarkan seseorang dari agama, batalnya keislaman berakibat fatal kepada pelakunya di dunia dan di akhirat.Sepuluh Pembatal Keislaman itu ialah:<br />
1. Syirik<br />
2. Murtad<br />
3. Tidak mengkafirkan orang kafir<br />
4. Meyakini kebenaran hukum thaghut<br />
5. Membenci sunnah Rasul, meskipun<br />
diamalkan<br />
6. Mengolok-ngolok agama<br />
7. Sihir<br />
8. Menolong orang kafir untuk memerangi<br />
kaum muslimin<br />
9. Meyakini bolehnya keluar dari syariat Allah<br />
10.Tidak mau mempelajari dan mengamalkan<br />
agamaMari kita jadikan tulisan beliau sebagai bahan koreksi bagi kita semua, jangan sampai gara-gara kebodohan dan kelalaian kita selama ini keislaman kita sudah tidak lagi diakui Allah Ta’ala. Berikut adalah tulisan beliau yang sudah diringkas. (redaksi).Pertama, Syirik kepada Allah, yaitu menjadikan perantara (sekutu) antara si hamba dengan Allah. Si hamba berdoa kepada para perantara ini, meminta syafa’at, bertawakkal, beristighatsah kepada mereka, bernazar untuk mereka, dan menyembelih kurban dengan menyebut nama mereka. Si hamba berkeyakinan segala perbuatannya tersebut dapat menolak mudharat atau mendatangkan manfaat. Orang yang semacam ini telah kafir.
<p>&nbsp;</p>
<p>Berfirman Allah Subhanahu wa Ta’ala,<br />
إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ (48)<br />
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.”(An-Nisa: 48)</p>
<p>Dan firman Allah :<br />
إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَار<br />
“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.&#8221; (Al Maidah: 72)<br />
Kedua, murtad dari Islam. Masuk dan memeluk agama Yahudi, Nasrani, Majusi, Komunisme, Ba’tsi, paham sekuler, Freemasonry, dan faham-faham kufur lainnya.</p>
<p>Allah berfirman :<br />
وَلَا يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّى يَرُدُّوكُمْ عَنْ دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُوا وَمَنْ يَرْتَدِدْ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُولَئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ<br />
“Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (Al-Baqarah, 217)</p>
<p>Allah Ta’ala berfirman :<br />
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَائِمٍ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ<br />
“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu&#8217;min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui..” (Al Maidah: 54)</p>
<p>Allah Ta’ala berfirman:<br />
إِنَّ الَّذِينَ ارْتَدُّوا عَلَى أَدْبَارِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْهُدَى الشَّيْطَانُ سَوَّلَ لَهُمْ وَأَمْلَى لَهُمْ(25)ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا لِلَّذِينَ كَرِهُوا مَا نَزَّلَ اللَّهُ سَنُطِيعُكُمْ فِي بَعْضِ الْأَمْرِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِسْرَارَهُمْ(26)فَكَيْفَ إِذَا تَوَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ يَضْرِبُونَ وُجُوهَهُمْ وَأَدْبَارَهُمْ(27)ذَلِكَ بِأَنَّهُمُ اتَّبَعُوا مَا أَسْخَطَ اللَّهَ وَكَرِهُوا رِضْوَانَهُ فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ(28)أَمْ حَسِبَ الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ أَنْ لَنْ يُخْرِجَ اللَّهُ أَضْغَانَهُمْ(29) وَلَوْ نَشَاءُ لَأَرَيْنَاكَهُمْ فَلَعَرَفْتَهُمْ بِسِيمَاهُمْ وَلَتَعْرِفَنَّهُمْ فِي لَحْنِ الْقَوْلِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ أَعْمَالَكُمْ(30)<br />
&#8220;Sesungguhnya orang-orang yang kembali ke belakang (kepada kekafiran) sesudah petunjuk itu jelas bagi mereka, syaitan telah menjadikan mereka mudah (berbuat dosa) dan memanjangkan angan-angan mereka. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka (orang-orang munafik) itu berkata kepada orang-orang yang benci kepada apa yang diturunkan Allah (orang-orang Yahudi): &#8220;Kami akan mematuhi kamu dalam beberapa urusan&#8221;, sedang Allah mengetahui rahasia mereka. Bagaimanakah (keadaan mereka) apabila malaikat (maut) mencabut nyawa mereka seraya memukul muka mereka dan punggung mereka? Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka mengikuti apa yang menimbulkan kemurkaan Allah dan (karena) mereka membenci (apa yang menimbulkan) keridhaan-Nya; sebab itu Allah menghapus (pahala) amal-amal mereka. Atau apakah orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya mengira bahwa Allah tidak akan menampakkan kedengkian mereka? Dan kalau Kami menghendaki, niscaya Kami tunjukkan mereka kepadamu sehingga kamu benar-benar dapat mengenal mereka dengan tanda-tandanya. Dan kamu benar-benar akan mengenal mereka dari kiasan-kiasan perkataan mereka dan Allah mengetahui perbuatan-perbuatan kamu.” (Muhammad, 25-30)</p>
<p>Dan Allah berfirman,<br />
الْيَوْمَ أُحِلَّ لَكُمُ الطَّيِّبَاتُ وَطَعَامُ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ حِلٌّ لَكُمْ وَطَعَامُكُمْ حِلٌّ لَهُمْ وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ الْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ إِذَا ءَاتَيْتُمُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ مُحْصِنِينَ غَيْرَ مُسَافِحِينَ وَلَا مُتَّخِذِي أَخْدَانٍ وَمَنْ يَكْفُرْ بِالْإِيمَانِ فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ(5)<br />
“Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal pula bagi mereka. (Dan dihalalkan mengawini) wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar mas kawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikannya gundik-gundik. Barangsiapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum-hukum Islam) maka hapuslah amalannya dan ia di hari akhirat termasuk orang-orang merugi.” (Al Maidah ayat 5).</p>
<p>Dari Ibnu Abbas Rahuma katanya: “Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Barangsiapa yang mengubah agamanya, maka bunuhlah dia!’”(Riwayat Bukhari, No. 2854)</p>
<p>Dari Abdullah bin Mas’ud RA, beliau berkata: “Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda: ‘Tidak halal (menumpahkan darah seorang muslim) yang bersaksi bahwa tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah, dan bersaksi pula bahwa aku adalah utusan Allah, kecuali dengan tiga perkara: orang sudah menikah tapi berzina, orang yang membunuh jiwa (tanpa hak), dan orang yang meninggalkan agama dan memisahkan diri dari jamaah.” (Bukhari 6484, Muslim 1674)</p>
<p>Ketiga, tidak mengkafirkan orang yang jelas-jelas kafir. Baik itu Yahudi, Nasrani (Kristen/Katolik), Majusi, Musyrik, Atheis, atau lainnya dari jenis bentuk kekufuran. Atau, meragukan kekafiran mereka, membenarkan mazhab dan pemikiran mereka. Yang demikian ini juga dihukumi kafir. Allah sendiri telah mengkafirkan, namun orang ini menentang dengan mengambil sikap yang berlawanan dengan ketentuan Allah dan Rasul-Nya. Karena itu, tidak mengkafirkan orang yang dikafirkan Allah, ragu, dan bahkan membenarkan mazhab mereka, sama dengan artinya berpaling dari keputusan Allah.</p>
<p>Allah berfirman :<br />
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أُولَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ(6)<br />
“Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.” (Al-Bayyinah:6)</p>
<p>Yang dimaksud dengan ahli kitab adalah Yahudi dan Nasrani. Sedangkan yang dimaksud dengan musyrikin ialah orang yang menyembah Allah sekaligus menyembah sesembahan yang lain.</p>
<p>Allah berfirman :<br />
لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ قُلْ فَمَنْ يَمْلِكُ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا إِنْ أَرَادَ أَنْ يُهْلِكَ الْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَأُمَّهُ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا يخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ(17)<br />
“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: &#8220;Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putera Maryam&#8221;. Katakanlah: &#8220;Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al Masih putera Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi semuanya?&#8221; Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang di antara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (Al-Maidah: 17)</p>
<p>لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَابَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ<br />
“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: &#8220;Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putera Maryam&#8221;, padahal Al Masih (sendiri) berkata: &#8220;Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu&#8221; Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.” (Al-Maidah : 72)</p>
<p>Allah berfirman<br />
لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ ثَلَاثَةٍ وَمَا مِنْ إِلَهٍ إِلَّا إِلَهٌ وَاحِدٌ وَإِنْ لَمْ يَنْتَهُوا عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ(73)<br />
“Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: &#8220;Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga&#8221;, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.” (Al-Maidah: 73).</p>
<p>Allah berfirman<br />
إِنَّ الَّذِينَ يَكْفُرُونَ بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ وَيُرِيدُونَ أَنْ يُفَرِّقُوا بَيْنَ اللَّهِ وَرُسُلِهِ وَيَقُولُونَ نُؤْمِنُ بِبَعْضٍ وَنَكْفُرُ بِبَعْضٍ وَيُرِيدُونَ أَنْ يَتَّخِذُوا بَيْنَ ذَلِكَ سَبِيلًا(150)أُولَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ حَقًّا وَأَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ عَذَابًا مُهِينًا(151)<br />
“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasu-rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: &#8220;Kami beriman kepada yang sebahagian dan kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)&#8221;, serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir), merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghinakan.” (An-Nisa: 150-151)</p>
<p>Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:<br />
وَقَدْ نَزَّلَ عَلَيْكُمْ فِي الْكِتَابِ أَنْ إِذَا سَمِعْتُمْ ءَايَاتِ اللَّهِ يُكْفَرُ بِهَا وَيُسْتَهْزَأُ بِهَا فَلَا تَقْعُدُوا مَعَهُمْ حَتَّى يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ إِنَّكُمْ إِذًا مِثْلُهُمْ إِنَّ اللَّهَ جَامِعُ الْمُنَافِقِينَ وَالْكَافِرِينَ فِي جَهَنَّمَ جَمِيعًا(140)<br />
“Dan sungguh Allah telah menurunkan kepada kamu di dalam Al Qur&#8217;an bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam,” (An-Nisa’:140)</p>
<p>Keempat, orang yang meyakini bahwa petunjuk selain Nabi lebih sempurna daripada petunjuk beliau. Atau, meyakini bahwa hukum selain hukumnya lebih baik. Seperti orang-orang yang lebih mengutamakan hukum thagut daripada hukum-hukum-Nya. Termasuk ke dalamnya orang yang beryakinan bahwa aturan dan perundangan yang dibuat oleh manusia lebih utama daripada syariat Islam. Atau, meyakini bahwa hukum-hukum Islam tidak layak diterapkan pada masa sekarang. Atau, meyakini bahwa Islam merupakan penyebab kemunduran kaum muslimin.</p>
<p>Atau, meyakini bahwa Islam itu sebatas hubungan seorang hamba dengan tuhannya, dan tidak mencakup perkara-perkara kehidupan lainnya.</p>
<p>Termasuk dalam kategori ini adalah orang yang berpandangan bahwa pelaksanaan hukum Allah dalam masalah memotong tangan pencuri, atau merajam pelaku zina muhshan (yang sudah pernah nikah, red), tidak relevan dengan kondisi sekarang.</p>
<p>Juga termasuk ke dalamnya orang yang meyakini bolehnya berhukum dengan selain hukum Allah dalam muamalah, penerapan hukum pidana, dan yang lainnya. Meskipun dia tidak meyakini bahwa hal itu lebih baik daripada hukum yang ditetapkan oleh syariat Islam. Lantaran dengan begitu dia telah menghalalkan apa yang diharamkan oleh Allah. Dan setiap orang yang menghalalkan apa yang diharamkan Allah dan Rasul-Nya dari perkara-perkara agama yang sudah pasti secara ijma’ seperti zina, riba, khamr, dan berhukum dengan selain syariat Allah maka dia itu kafir berdasarkan kesepakatan kaum muslimin.</p>
<p>Allah Ta’ala berfirman :<br />
أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ(50)<br />
“Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” (Al-Maidah : 50)<br />
إِنَّا أَنْزَلْنَا التَّوْرَاةَ فِيهَا هُدًى وَنُورٌ يَحْكُمُ بِهَا النَّبِيُّونَ الَّذِينَ أَسْلَمُوا لِلَّذِينَ هَادُوا وَالرَّبَّانِيُّونَ وَالْأَحْبَارُ بِمَا اسْتُحْفِظُوا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ وَكَانُوا عَلَيْهِ شُهَدَاءَ فَلَا تَخْشَوُا النَّاسَ وَاخْشَوْنِ وَلَا تَشْتَرُوا بِآيَاتِي ثَمَنًا قَلِيلًا وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ(44)<br />
“Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.” (Al-Maidah : 44)</p>
<p>وَكَتَبْنَا عَلَيْهِمْ فِيهَا أَنَّ النَّفْسَ بِالنَّفْسِ وَالْعَيْنَ بِالْعَيْنِ وَالْأَنْفَ بِالْأَنْفِ وَالْأُذُنَ بِالْأُذُنِ وَالسِّنَّ بِالسِّنِّ وَالْجُرُوحَ قِصَاصٌ فَمَنْ تَصَدَّقَ بِهِ فَهُوَ كَفَّارَةٌ لَهُ وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ(45)<br />
“Dan kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka-luka (pun) ada kisasnya. Barangsiapa yang melepaskan (hak kisas) nya, maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.” (Al-Maidah :45)</p>
<p>وَلْيَحْكُمْ أَهْلُ الْإِنْجِيلِ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فِيهِ وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ(47)<br />
“Dan hendaklah orang-orang pengikut Injil, memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah di dalamnya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik.” (Al-Maidah : 47)</p>
<p>إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ وَمَنْ يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ(19)<br />
“Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.” (Ali Imran : 19)</p>
<p>وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ(85)<br />
“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (Ali Imran : 85)</p>
<p>إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِنَا سَوْفَ نُصْلِيهِمْ نَارًا كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُودُهُمْ بَدَّلْنَاهُمْ جُلُودًا غَيْرَهَا لِيَذُوقُوا الْعَذَابَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَزِيزًا حَكِيمًا(56)<br />
“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Ali Imran : 56)</p>
<p>فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا(65)<br />
“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.”<br />
(An Nisaa :65). /**</p>
<p>Bersambung ke artikel Hati-hati dari sepuluh perusak keislaman kita (II).</p>
<p>(Diterjemahkan oleh al akh Luqman Yazid edisi Bahasa Indonesia SEPULUH PEMBATAL KEISLAMAN, judul asli Al-Qaulul Mufid fi Adillati At-Tauhid, karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Al-Washabi Al-Yamani, Ulama Ahlusunnah era ini dari Yaman, dikirimkan al Akh Khudori, Malang)</p>
</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sintegcom.wordpress.com/25/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sintegcom.wordpress.com/25/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sintegcom.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sintegcom.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sintegcom.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sintegcom.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sintegcom.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sintegcom.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sintegcom.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sintegcom.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sintegcom.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sintegcom.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sintegcom.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sintegcom.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sintegcom.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sintegcom.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sintegcom.wordpress.com&amp;blog=2466032&amp;post=25&amp;subd=sintegcom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sintegcom.wordpress.com/2008/01/09/hati-hati-dari-sepuluh-perusak-keislaman-kita-i/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/442a2597e1aa1ec1619b64cc9fdef01d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sintegcom</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BENTUK – BENTUK SESEMBAHAN YANG HARUS DI JAUHI OLEH AHLUT TAUHID</title>
		<link>http://sintegcom.wordpress.com/2008/01/09/bentuk-%e2%80%93-bentuk-sesembahan-yang-harus-di-jauhi-oleh-ahlut-tauhid/</link>
		<comments>http://sintegcom.wordpress.com/2008/01/09/bentuk-%e2%80%93-bentuk-sesembahan-yang-harus-di-jauhi-oleh-ahlut-tauhid/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Jan 2008 13:54:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sintegcom</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu Syar&#039;i]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sintegcom.wordpress.com/2008/01/09/bentuk-%e2%80%93-bentuk-sesembahan-yang-harus-di-jauhi-oleh-ahlut-tauhid/</guid>
		<description><![CDATA[BENTUK – BENTUK SESEMBAHAN YANG HARUS DI JAUHI OLEH AHLUT TAUHID Ahad, 13-Agustus-2006, Penulis: Abu Abdirrahman Saudaraku muslimin, pada beberapa edisi buletin kita yang telah lalu, Anda tentu telah paham apa konsekuensi (tanggung jawab moral) yang mesti dilakukan oleh orang yang benar-benar bertauhid (mengesakan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam beribadah). Yakni kita wajib beribadah hanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sintegcom.wordpress.com&amp;blog=2466032&amp;post=24&amp;subd=sintegcom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:Tahoma,Verdana,Arial,sans-serif;color:#333333;"><b><span class="news-title">BENTUK – BENTUK SESEMBAHAN YANG HARUS DI JAUHI OLEH AHLUT TAUHID</span></b><br />
<span class="dateartikel"> 				Ahad, 13-Agustus-2006, Penulis: Abu Abdirrahman</span></span><span style="font-family:Tahoma,Verdana,Arial,sans-serif;color:#333333;"> Saudaraku muslimin, pada beberapa edisi buletin kita yang telah lalu, Anda tentu telah paham apa konsekuensi (tanggung jawab moral) yang mesti dilakukan oleh orang yang benar-benar bertauhid (mengesakan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam beribadah). Yakni kita wajib beribadah hanya kepada Allah Ta’ala saja, dan wajib pula meninggalkan seluruh jenis peribadatan kepada selain Allah.</span></p>
<p>Kemudian, hal terpenting lainnya yang juga perlu anda ketahui sekarang adalah apa saja bentuk – bentuk sesembahan (berhala – berhala) yang harus di jauhi oleh orang – orang yang bertauhid itu.</p>
<p>Saudaraku, di dunia ini banyak sekali bentuk-bentuk berhala atau sesembahan yang di agungkan dan di puja-puja oleh umat manusia. Padahal, inilah yang seharusnya diperangi dan di jauhi oleh Ahlut Tauhid (orang-orang yang benar-benar bertauhid). Adapun bentuk-bentuk berhala atau sesembahan tersebut adalah :</p>
<p>Pertama : Al-Ilaahatu min Duunillah (semua bentuk sesembahan atau yang di pertuhankan selain Allah), yaitu segala sesuatu yang diminta tolong untuk mendatangkan manfaat atau menolak bala’ (marabahaya) selain Allah. Bentuknya banyak sekali, diantaranya : Pohon-pohon yang di keramatkan, batu-batuan (arca atau patung) yang disembah, jin-jin dan setan, orang-orang yang telah mati, kuburan-kuburan para wali atau kyai yang di keramatkan, keris pusaka, cincin akik dan segala jenis jimat, dan lain-lain.</p>
<p>Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya) : “Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu, apabila di katakan kepada mereka : “(Ucapkanlah) Laa ilaaha illalloh (tidak ada tuhan yang berhak di sembah selain Allah)”, maka mereka menyombongkan diri seraya berkata : “Apakah kita harus meninggalkan sesembahan (tuhan-tuhan) kita (selain Allah), hanya untuk menuruti penyair yang gila ini ? “<br />
(QS. Ash-Shoffaat : 35-36).</p>
<p>Dalam ayat yang mulia ini, kita tahu bahwa orang-orang musyrik itu memiliki banyak tuhan. Dan ketika mereka di ajak untuk menjauhi segala bentuk sesembahan atau tuhan-tuhan selain Allah itu, mereka enggan dan menyombongkan diri, karena hati mereka telah terpaut dengan sesembahan itu.</p>
<p>Kedua : “At-Thowaaghiit “(para thoghut), yakni segala sesuatu yang di sembah, di ikuti dan di taati melebihi batas kedudukannya sebagai hamba Allah. Bentuknya banyak sekali, tetapi tokoh – tokoh utamanya ada lima, yakni :</p>
<p>1.	Iblis la’natullah ‘alaih ( semoga Allah terus menerus melaknatinya )<br />
2. Orang yang di sembah, diagungkan dan di puja-puja oleh orang lain dan dia ridha (senang) dengan perbuatan tersebut, baik orangnya ini masih hidup atau sudah mati.<br />
3. Orang yang mengajak atau memerintahkan orang lain untuk menyembah dirinya (menyembah orang yang memerintahnya), baik ajakannya ini disambut / di ikuti oleh orang atau tidak.<br />
4. Orang yang mengaku-ngaku tahu hal-hal yang ghoib. Namanya banyak sekali, baik itu tukang dukun, tukang ramal, paranormal, orang pinter, orang yang sakti mandra guna dan yang sejenisnya.<br />
5. Orang yang menghukumi sesuatu selain dengan hukum Allah Subhanahu wa Ta’ala. (lihat penjelasan tokoh – tokoh utama thoghut ini dalam kitab Syarh Tsalatsatil Ushul, hal. 153 – 155, karya Syaikh Muhammad bin Sholeh Al-Utsaimin rahimahullah).</p>
<p>Sementara itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman : “……(karena itu) barang siapa kufur (ingkar) kepada thoghut, dan hanya beriman kepada Allah saja, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada ikatan tali yang amat kuat (yakni kalimat Laa ilaaha illalloh), yang tidak akan putus …..”(QS. Al-Baqoroh : 256).</p>
<p>Ketiga : Al – Andaad (sekutu-sekutu atau tandingan-tandingan selain Allah dalam hal ibadah), yakni segala sesuatu yang menghalangi seseorang yang melaksanakan ajaran agama Islam dengan benar, yang di cintai seperti mencintai Allah. Bentuknya banyak sekali, diantaranya : Istri-istri, anak-anak, tempat tinggal, keluarga, harta benda, jabatan dan lain-lain.</p>
<p>Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman : “Dan diantara sebagian manusia, ada yang mengambil (menjadikan) selain Allah sebagai tandingan-tandingan (sekutu), mereka mencintai tandingan-tandingan itu seperti layaknya mencintai Allah, sedangkan orang-orang yang beriman itu sangat cinta kepada Allah….”<br />
(QS. Al-Baqoroh : 165).</p>
<p>Rasulullah Sholallahu ‘alahi wa sallam bersabda : “Barang siapa mati dalam keadaan masih menyembah kepada tandingan / sekutu selain Allah, niscaya dia masuk neraka. “(HR. Bukhori).</p>
<p>Begitulah akibat yang harus ditanggung oleh orang yang mencintai tandingan-tandingan selain Allah, Kita lihat, banyak orang yang mencintai keluarga, harta benda, jabatan atau kekuasaan dan lain-lain, hingga melalaikan kewajiban ibadah kepada Allah, atau bahkan mengabaikan hak – hak Allah sama sekali. Wal ‘iyyadzu billah.</p>
<p>Keempat : Al-Arbaab (tuhan-tuhan), yakni orang-orang yang membuat syariat baru (yang menyelisihi syari’at Allah), yang isinya menghalalkan apa yang di haramkan apa yang di halalkan oleh-Nya, lalu syari’atnya ini diikuti oleh para pengikutnya. (Lihat Kitab Al-Qoulul Mufid ‘alaa KitabAt-Tauhid(2/260), karya Syaikh Muhammad bin Sholeh Al-Utsaimin rahimahullah).</p>
<p>Allah menceritakan tentang hal ini dalam firman – Nya : “…..mereka (orang-orang yang Nasrani itu) menjadikan Ahbar (pendeta/pendeta / alim ulama) mereka dan Ruhban (rahib-rahib / biarawan / para ahli ibadah) mereka sebagai tuhan-tuhan selain Allah….”(qs. At-Taubah : 31).</p>
<p>Maksudnya, orang – orang nasrani telah mengangkat pendeta-pendeta dan biarawan-biarawan mereka sebagai tuhan – tuhan selain Allah, karena ketika para pendeta itu mengharamkan apa yang di halalkan oleh Allah, maka mereka (umat nasrani itu) pun mematuhinya. Contohnya : Para pendeta itu mengharamkan nikah bagi para biarawan agar menjadi ahli ibadah, maka merekapun taat kepadanya. Para pendeta itu pun juga berani menghalalkan apa yang diharamkan oleh Allah, seperti memakan daging babi, meminum-minuman keras dan lain-lain., maka orang-orang nasrani yang dungu itupun mengikutinya. Sikap taklid mereka seperti itu sama artinya dengan menjadikan para pendeta dan para biarawan itu sebagai tuhan-tuhan selain Allah.</p>
<p>Dan di kalangan umat Islam inipun ada orang-orang yang menyerupai perbuatan orang-orang nasrani. Mereka menjadikan para ulama, kyai, pemimpin agama atau tokoh-tokoh masyarakat mereka yang sesat sebagai sebagai tuhan-tuhan selain Allah. Ketika para kyai itu berani menghalalkan yang haram atau mengharamkan yang di halalkan oleh Allah, maka orang-orang yang awwam dan bodoh tentang agama ini pun mengikutinya. Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un.</p>
<p>Saudaraku muslimin, itulah empat macam atau empat bentuk sesembahan (tuhan-tuhan yang di puja selain Allah) yang harus kita jauhi, bila kita benar-benar Ahlut Tauhid. Karena itu waspadalah darinya. Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang di sabdakan oleh Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam : “Barang siapa mengucapkan kalimat “Laa ilaaha illalloh”’ lalu mengingkari apa saja yang di sembah selain Allah, maka ia akan masuk surga.” (HR. Muslim, Ahmad dan At-Thobroni)<br />
Wallahu a’lamu bish showwab !</p>
<p>Maroji’ :<br />
Dinukil dari kumpulan risalah Soal Jawab masalah Aqidah oleh Al-Ustadz Agus Su’aidi, kemudian diolah dan disusun kembali dengan beberapa perubahan dan tambahan oleh Abu Abdirrahman.</p>
<p>Sumber : BULETIN DAKWAH AT-TASHFIYYAH, Surabaya Edisi : 12 / Muharram / 1425</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sintegcom.wordpress.com/24/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sintegcom.wordpress.com/24/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sintegcom.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sintegcom.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sintegcom.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sintegcom.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sintegcom.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sintegcom.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sintegcom.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sintegcom.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sintegcom.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sintegcom.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sintegcom.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sintegcom.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sintegcom.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sintegcom.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sintegcom.wordpress.com&amp;blog=2466032&amp;post=24&amp;subd=sintegcom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sintegcom.wordpress.com/2008/01/09/bentuk-%e2%80%93-bentuk-sesembahan-yang-harus-di-jauhi-oleh-ahlut-tauhid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/442a2597e1aa1ec1619b64cc9fdef01d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sintegcom</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Membongkar Kesesatan LDII : Bantahan Manqul (2)</title>
		<link>http://sintegcom.wordpress.com/2008/01/09/membongkar-kesesatan-ldii-bantahan-manqul-2/</link>
		<comments>http://sintegcom.wordpress.com/2008/01/09/membongkar-kesesatan-ldii-bantahan-manqul-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Jan 2008 13:39:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sintegcom</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu Syar&#039;i]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sintegcom.wordpress.com/2008/01/09/membongkar-kesesatan-ldii-bantahan-manqul-2/</guid>
		<description><![CDATA[Membongkar Kesesatan LDII : Bantahan Manqul (2) Ahad, 21 Agustus 2005 &#8211; 11:20:31 Penulis: Al Ustadz Qomar ZA, Lc Dalil-dalil Manqul LDII Disini akan kami sebutkan dalil-dalil mereka dalam hal manqul dan akan kami jelaskan kedudukan dalil atau pemahaman dari dalil itu &#8211; Insya Allah &#8211; . Diantara dalil mereka: Pertama, Firman Allah Ta&#8217;ala: لَا [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sintegcom.wordpress.com&amp;blog=2466032&amp;post=23&amp;subd=sintegcom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="article-index-container">
<div class="article-index-title">Membongkar Kesesatan LDII : Bantahan Manqul (2)</div>
<div class="article-index-meta"> 			Ahad, 21 Agustus 2005 &#8211; 11:20:31</div>
<div class="article-index-meta">Penulis: Al Ustadz Qomar ZA, Lc</div>
<div class="article-index-content">
<div align="right"></div>
<p>Dalil-dalil Manqul LDII</p>
<p>Disini akan kami sebutkan dalil-dalil mereka dalam hal manqul dan akan kami jelaskan kedudukan dalil atau pemahaman dari dalil itu &#8211; Insya Allah &#8211; .</p>
<p>Diantara dalil mereka:<br />
Pertama,<br />
Firman Allah Ta&#8217;ala:<br />
لَا تُحَرِّكْ بِهِ لِسَانَكَ لِتَعْجَلَ بِه ِ(16) إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُ وَقُرْءَانَهُ (17) فَإِذَا قَرَأْنَاهُ فَاتَّبِعْ قُرْءَانَه ُ(18) ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا بَيَانَهُ(19(<br />
Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Quran karena hendak secepat-cepatnya (menguasai)nya. Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Apabila kami telah selesai membacanya maka ikutilah bacaannya itu. Kemudian, atas tanggungan kamilah penjelasannya. [Al Qiyamah:16-19]</p>
<p>وَلَا تَعْجَلْ بِالْقُرْءَانِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يُقْضَى إِلَيْكَ وَحْيُهُ &#8230;(114)<br />
&#8220;Dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al Quran sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu.&#8221; [Thaha:114]</p>
<p>Kajian<br />
Ibnu Katsir mengatakan: firman Allah …ولا تعجل بالقرآن seperti firman Allah dalam surat (al Qiyamah) ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا بَيَانَهُ …لاتحرك به لسانك…terdapat riwayat dalam kitab Ash Shahih dari Ibnu Abbas, bahwa beliau mengatakan: &#8220;Bahwa Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wasallam mengalami usaha yang payah dalam menghafal wahyu, sehingga beliau menggerak-gerakkan lidahnya (untuk menghafal-pent), maka Allah turunkan ayat ini. Yakni bahwa Nabi dulu, jika datang kepada beliau Malaikat Jibril dengan wahyu maka setiap kali Jibril mengucapkan satu ayat Nabi menirukannya karena semangatnya untuk menghafal, maka Allah bimbing kepada yang lebih mudah dan ringan supaya tidak berat baginya, sehingga Allah berfirman (yang artinya): &#8220;Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Quran karena hendak secepat-cepatnya (menguasai)nya. Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya&#8221; Yakni, Kami jadikan itu hafal di dadamu, lalu kamu (nanti) bacakan kepada umat manusia dan kamu tidak akan lupa sedikitpun. &#8220;Apabila kami telah selesai membacanya maka ikutilah bacaannya itu. Kemudian, atas tanggungan kamilah penjelasannya&#8221;.</p>
<p>Dan dalam ayat ini, Allah berfirman(artinya) : &#8220;Dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al Quran sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu&#8221;.Yakni diamlah kamu dan dengarkan, jika malaikat selesai membacakannya kepadamu maka bacalah setelahnya …[Tafsir Ibnu Katsir : 3/175]. Jadi ayat ini menerangkan bagaimana Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wasallam menerima wahyu dan bahwa nabi disuruh membaca setelah bacaannya Jibril. Namun orang-orang LDII menyimpulkan bahwa kalau begitu harus manqul dalam belajar, kalau tidak maka tidak sah. Pertanyaan kami, mana yang mengatakan bahwa jika tidak demikian, maka tidak sah?? Bahkan sampai dianggap kafir??.</p>
<p>Lalu seandainya cara demikian itu wajib tentu Nabi akan praktekkan kepada semua orang, tapi ternyata tidak, buktinya surat-menyurat Nabi dengan para raja. Kemudian tentu para Sahabat juga akan mengikutinya, tapi ternyata tidak buktinya surat menyurat mereka [lihat dalam pembahasan Mukatabah di atas dan al Wijadah]. Lihat pula bagaimana ulama mengambil pelajaran dari ayat itu. As Sa&#8217;dy mengatakan: &#8220;Dalam ayat ini ada adab menuntut ilmu agar seorang murid jangan memotong guru dalam masalah yang sedang dia mulai terangkan, lalu jika guru selesai maka baru ia bertanya yang belum paham.</p>
<p>Demikian pula jika di awal penjelasan ada yang mengharuskan untuk dibantah atau dinilai baik, maka jangan langsung dibantah atau dinyatakan diterima sampai ia selesai menjelaskannya, supaya jelas yang benar dan yang salah …&#8221; [Tafsir as Sa'dy : 899, lihat pula hal. 514].</p>
<p>Tidak ada faidah yang diambil dari ayat itu bahwa ilmu itu wajib manqul, dimana kalian dari penjelasan ulama tafsir, justru kalian tafsiri dari diri kalian sendiri !??.</p>
<p>Kedua,<br />
Firman Allah Ta&#8217;ala:<br />
وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا (36(<br />
&#8220;Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak memiliki ilmunya sesungguhnya pendengaran, pengelihatan, dan hati seluruhnya itu akan ditanya tentangnya&#8221; [al Isra:36]</p>
<p>Kajian<br />
Tafsir ayat ini, Qatadah mengatakan: &#8220;Jangan kamu katakan bahwa kamu melihat sementara kamu tidak melihat, mendengar sementara kamu tidak mendengar, mengetahui sementara kamu tidak mengetahui karena Allah akan bertanya kepadamu tentang itu semua.&#8221; Ibnu Katsir mengatakan: &#8220;Kandungan tafsir yang mereka (para ulama) sebutkan adalah bahwa Allah melarang untuk berbicara tanpa ilmu bahkan sekedar dengan sangkaan yang itu hanyalah perkiraan dan khayalan [Tafsir Ibnu Katsir:3/43] demikian tafsir para ulama. Maka dari sisi mana dan atas dasar tafsir siapa ayat ini sebagai dasar sistem manqul ala LDII ??? Sementara para ulama&#8217; tidak kenal sama sekali sistem manqul seperti itu.</p>
<p>Ketiga,<br />
من قال في القرآن  برأيه فأصاب فقد أخطأ<br />
&#8216;Barangsiapa membaca/mengartikan Al Quran dengan pendapatnya sendiri (tanpa manqul), walaupun benar maka sungguh-sungguh hukumnya tetap salah (HR Abu Daud) (Ini terjemah LDII dinukil dari Bahaya LDII hal. 254)</p>
<p>[Arti yang benar lebih umum dari pada itu mencakup menafsiri al Quran. Ubaidullah al Mubarakfuri mengatakan: Yakni, berbicara tentang lafadznya, bacaanya, maknanya dan kandungannya. [Mir'atul mafatif syarh Misykatul Mashabih:1/330]-pen]</p>
<p>Kajian<br />
Hadits ini lemah, diriwayatkan oleh Abu Dawud [Kitabul 'Ilm:4/43], Tirmidzi [5/184], Nasa&#8217;i [Sunan Kubra kitab Fadhailul Quran:5/31], Ibnu Jarir at Thabari [dalam tafsirnya:1/25]. Semuanya melalui jalan (sanad yang sampai kepada) Suhail bin Mihran bin Abi Hazm al Qutha&#8217;i. [Dalam kitab Taqributtahdzib: (kunyahnya) Abu Abdillah dikatakan pula bahwa ayahnya adalah Abdullah al Qutha'i - pen] Dari Abu &#8216;Imran (Abdul Malik bin Habib) al Jauni, dari Jundab dari Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wasallam bahwa Nabi mengatakan:…(hadits tersebut)</p>
<p>Hadist tersebut &#8216;illahnya pada Suhail bin Mihran bin Abi Hazm al Qutha&#8217;i. Imam Ahmad, Ibnu Ma&#8217;in, al Bukhari dan yang lain mencacatnya (Tahdzibut tahdzib:4/261) dan Ibnu Hajar mengatakan: Dha&#8217;if (lemah). (Taqribut tahdzib:421). Demikian, sanad hadits ini lemah karena ada seorang rawi yang dha&#8217;if.</p>
<p>Asy syekh al Albani mengatakan tentang hadits ini: Dha&#8217;if [Dha'if, Sunan Abu Dawud:3652, hal.294 dan Miyskatul Mashabih, no:235], al Baihaqi mengatakan: Pada hadits ini ada kritikan ['Aunul Ma'bud:10/85].</p>
<p>Keempat,<br />
من قال في القرآن بغير علم فليتبوأ مقعده من النار<br />
&#8216;Barangsiapa membaca Al Quran tanpa berilmu atau manqul maka hendaknya menempati tempat duduknya di neraka&#8217; (HR Tirmidzi) (Ini terjemah LDII dinukil dari Bahaya LDII hal. 254)<br />
[Terjemah yang benar bukan membaca bahkan lebih umum dari pada itu termasuk menafsiri atau menerjemahkannya, lihat al Kifayah fi 'Ilmirriwayah:343-pen]</p>
<p>Kajian<br />
Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Dawud: [kitabul Ilm ], At Tirmidzi: 5/183 dan beliau mengatakan: &#8220;Hasan Shahih&#8221;, An Nasa&#8217;i dalam Sunan al Kubra : [kitab Fadhailil Quran:5/31], Ahmad 1/233, 323, 293 [Demikian disebutkan oleh al Mizzi dalam Tuhfatul asyraf:4/423 demikian pula Ibnu Hajar dalam an Nukatudhiraf:4/423, sementara tidak saya dapati dalam sunan Abu Dawud di Kitabul 'Ilm kemudian saya dapati asy Syekh Ubaidullah al Mubarakfuri mengatakan dalam bukunya Mir'atul Mafatih:1/331: Saya tidak mendapatinya dalam Sunan Abu Dawud, namun nampak dalam Mukhtashor Jami' al Mawarits karya al Mizzi demikian pula al 'Iraqi dalam takhrijnya terhadap Ihya' bahwa hadits tersebut dalam riwayat Abu Dawud Kitabul 'ilm dalam sunannya melalui riwayat Ibnul 'Abd… (Lihat, al Mughni 'An Hamlil asfar Juz:1/29 no:101 cet maktabah dar thabariyyah-pent) Ibnul 'Abd adalah salah satu periwayat sunan Abu Dawud. -pen] , 327 dan ad Darimi dalam Musnadnya : 1/76, tetapi dengan matan yang lain. Dan Ibnu Jarir at Thabari dalam Tafsirnya:1/34, semuanya melalui jalan Abdul A&#8217;la dari Said bin Jubair dari Ibnu &#8216;Abbas. Dari Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wasallam bahwa beliau mengatakan:….(hadits tersebut). Abdul A&#8217;la dalam sanad tersebut adalah Ats Tsa&#8217;labi, Ibnu Hajar mengatakan: &#8220;Shaduqun Yahim, yakni hafalannya tidak begitu kuat dan suka keliru.&#8221;</p>
<p>Hadits ini diriwayatkan juga secara mauquf yakni hanya sampai kepada Ibnu Abbas, diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari dua jalan yang pertama: Muhammad bin Humaid dari al hakam bin Basyir dari &#8216;Amr bin Qois al Mula&#8217;i dari Abdul a&#8217;la dengan sanad tersebut di atas tapi sampai kepada Ibnu Abbas saja.<br />
Kedua: Dari Ibnu Humaid dari Jarir, dari Laits, dari Bakr, dari Said bin Jubair dari Ibnu Abbas.<br />
Ibnu Hajar mengatakan: Ibnul Qhotton menshahihkannya [An Nukatudhiraf: 4/423]. Asy Syekh al Albani mendhaifkannya dalam Misykatul Mashabih [No:234 Juz:1/79]. Lalu saya dapati beliau mentakhrij hadits ini panjang lebar yang berakhir dengan kesimpulan Dha&#8217;if dan membantah yang menshahihkannya dalam kitabnya Silsilah al Ahadits Adh Dhaifah : 4/265, no:1783 , silahkan dilihat.</p>
<p>Demikian derajat hadits ini, seandainyapun shahih, maka bukan artinya harus manqul seperti dipahami dan diterjemahkan demikian oleh LDII, tidak ada kata manqul dari tidak mengandung makna manqul sama sekali. Arti yang benar pada hadits pertama (dengan pendapatnya) dan pada hadits kedua (tanpa ilmu) tetapi mereka menafsirinya dengan tanpa manqul, bukankah ini manipulasi makna hadits. Kalau begitu apa sebetulnya makna hadits itu bila shahih, untuk itu kami akan nukilkan penjelasan ulama.</p>
<p>Dalam kitab Aunul Ma&#8217;bud, Syarah Sunan Abu Dawud disebutkan: &#8220;(dengan ra&#8217;yunya/pendapatnya) yakni sekedar dengan akalnya dan dari dirinya sendiri tanpa meneliti ucapan para Imam dari ulama ahli bahasa Arab yang tidak sesuai dengan kaidah syar&#8217;iyyah, bahkan dia sesuaikan dengan akalnya, padahal (pemahaman terhadap ayat atau maknanya) tergantung pada naqli. [10/85] Al Baihaqi mengatakan: &#8220;Jika hadits ini shahih, maka Nabi memaksudkan –wallahu a&#8217;lam- pendapat akal yang lebih dominan di qalbunya tanpa dalil yang mendukungnya. Adapun pendapat yang didukung oleh dalil maka boleh. Beliau juga mengatakan, bisa jadi maksudnya orang yang mengatakan dengan pendapat akalnya tanpa mengetahui prinsip-prinsip ilmu dan cabang-cabangnya [idem]. Makanya, kami nasehatkan jangan terkungkung pada kitab himpunan saja, lihat buku ulama, syarah kutub sittah dari ulama, bukan syarah &#8216;paku bumi&#8217; dan imam LDII saja. Para ulama yang mensyarah Kutubus Sittah itu, mereka punya sanad sampai ke Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wasallam dan sanadnya lebih tinggi dan lebih shahih &#8211; Insya Allah &#8211; .</p>
<p>Dengan demikian ra&#8217;yu itu ada dua macam:<br />
1. Ra&#8217;yu yang sesuai dengan bahasa Arab dan kaidah-kaidahnya, sesuai dengan Al Quran dan As Sunnah dengan memperhatikan seluruh syarat-syarat tafsir. Maka menafsiri al quran dengan itu boleh.<br />
2. Ra&#8217;yu tidak sesuai dengan aturan bahasa Arab, tidak sesuai dengan dalil syar&#8217;i serta tidak memenuhi syarat-syarat tafsir, maka ini tidak boleh [At Tafsir wal Mufassirun:1/264]<br />
Ibnu Qoyyim juga membagi ra&#8217;yu menjadi dua, yang terpuji dan yang tercela [lihat Al Intishor li Ahlil Hadits hal. 23-34, lihat pula hal. 13 dan At Tafsir wal Mufassirun:1/264]. Dan terakhir simaklah ucapan An Naisaburi: &#8220;Tidak boleh hadits ini dimaksudkan bahwa; Jangan sampai seorangpun mengatakan pada Al Quran kecuali apa yang ia dengar (yaitu manqul dalam istilah LDII-pent)&#8221;. Karena para Sahabat mereka telah menafsirkan Al Quran dan mereka berselisih pendapat pada beberapa masalah dan tidaklah semua yang mereka katakan itu mereka dengar dari Rasul Shallallahu &#8216;alaihi wasallam…[Mir'atul Mafatih:1/330].</p>
<p>Bukankah ini pukulan telak buat kalian wahai para pengikut LDII?! Sungguh tafsir kalian sangat bertentangan dengan ulama&#8217;. Maka benar apa yang dikatakan Ibnu Taimiyyah bahwa ahli bid&#8217;ah berhujjah dengan sebuah dalil, padahal dalil itu menghujat mereka.</p>
<p>Kelima,<br />
تعمل هذه الأمة برهة بكتاب الله ثم تعمل برهة بسنة رسول الله ثم تعمل بعد ذلك بالرأي فإذا عملوا بالرأي ضلوا<br />
Umat ini sesaat akan mengamalkan berdasarkan kitab Allah kemudian sesaat mengamalkan berdasarkan sunnah Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wasallam, kemudian setelah itu mengerjakan dengan pendapatnya maka jika mereka mengamalkan dengan pendapat mereka sesat. [HR Abu Ya'la]</p>
<p>Kajian<br />
Hadits ini lemah, diriwayatkan oleh Ibnu Abdil Bar dalam Jami&#8217; Bayanil Ilm wa Fadhlihi no:1998, 1999, dari sahabat Abu Hurairah, Abul Aysbal mengatakan: &#8220;Diriwayatkan oleh Abu Ya&#8217;la dalam Musnadnya:10/240 no:5856&#8243; dan Al Khatib meriwayatkan dari jalannya dalam kitab Al Faqih wal Mutafaqqih:2/179, kata beliau : &#8220;Telah mengkhabarkan kepada kami al Hudzail bin Ibrahim al Jummani, ia mengatakan: Telah mengkhabarkan kepada kami Utsman bin Abdurrahman dengannya&#8221;. Sanad ini lemah sekali. Utsman bin Abdurrahman az Zuhri al Waqqoshi disepakati, bahwa haditsnya dibuang bahkan Ibnu Ma&#8217;in menganggapnya pemalsu hadits demikian pula dikatakan oleh al Haitsami dalam al Majma&#8217;:1/179. Ada mutaba&#8217;ah (dukungan) buat Utsman bin Abdurrahman yaitu dari Hammad bin Yahya al Abah, Ibnu Hajar mengatakan: &#8220;Hafalannya kurang kuat dan suka keliru&#8221;, diriwayatkan pula oleh al Khatib dalam Al Faqih wal Mutafaqqih :2/179 dari dua jalan melalui Jubarah. Dan disana ada &#8216;illah (kelemahan lain) yaitu lemahnya Jubarah Ibnu al Mughallis. Jadi hadits itu dengan dua jalannya tetap tidak shahih Wallahu a&#8217;lam [lihat Jami Bayanil Ilm wa Fadhlihi: 2/1039-1040 dengan tahqiq Abul Asybal]</p>
<p>Ibnu Abdil Bar mengatakan: &#8220;Ulama berbeda pendapat dalam hal Ra&#8217;yu yang tercela tersebut, sebagian kelompok mengatakan: Ra&#8217;yu yang tercela adalah bid&#8217;ah yang menyelisihi sunnah dalam hal aqidah, serta yang lain -mereka adalah mayoritas ahlul ilmi- mengatakan: Adalah berbicara dalam hukum syari&#8217;at agama dengan sekedar anggapan baik dan prasangka.&#8221; [lihat selengkapnya dalam Jami Bayanil Ilm wa Fadhlihi:2/1052,1054]. Demikian pendapat ulama tentang ra&#8217;yu yang dimaksud tidak satupun menafsirinya &#8216;tidak manqul&#8217;. [lihat pula kitab Mir'atul Mafatih]</p>
<p>Keenam,<br />
تسمعون ويسمع منكم ويسمع ممن سمع منكم<br />
&#8216;Kalian mendengar dan akan didengarkan dari kalian dan akan didengarkan dari orang yang mendengarkan dari kalian&#8217;</p>
<p>Kajian<br />
Hadits ini diriwayatkan Abu Dawud: 3659, Ahmad:1/321, Ibnu Hibban:1/263 Al Hakim:195 al Khatib dalam Syaraf Ashabul Hadits dan Ar Ramahurmuzi dalam Muhadditsul Fashil:92, semuanya melalui jalan Al A&#8217;masy dari Abdullah bin Abdullah ar Razi, dari Said bin Jubair dari Ibnu Abbas dari Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wasallam bahwa beliau mengatakan ….(Hadits itu)… Diriwayatkan pula melalui jalan lain oleh Al Khatib dalam Syarof Ashabul Hadits dan Ar Ramahurmuzi dalam Muhadditsul Fashil:91, Al Bazzar dan At Tabrani. [lihat perinciannya dalam Silsilah al Ahadits Ash Shahihah, no:1784]</p>
<p>Al Hakim mengatakan: &#8220;Shahih sesuai dengan syarat Bukhari dan Muslim dan tidak diriwayatkan oleh keduanya, tidak ada &#8216;iilah padanya &#8221; [Ithaful Maharah:7/192] dan disetujui oleh Adz Dzahabi. Namun Asy Syaikh al Albani tidak setuju bila dikatakan sesuai dengan syarat al Bukhari dan Muslim, karena Abdullah bin Abdullah bukan merupakan rawi Bukhari dan Muslim, namun hadits itu tetap Shahih sedang al &#8216;Ala&#8217;i menghasankannya. [lihat Shahih Sunan Abu Dawud:3659 dan Ash Shahihah:1784]</p>
<p>Demikian derajat hadits itu, tapi dimanakah yang menunjukan bahwa musnad muttashil lebih-lebih &#8216;manqul&#8217; ala LDII itu syarat sahnya ilmu?! Bukankah yang namanya syarat di dalam ilmu Ushul Fiqih artinya &#8216;Bila syarat sesuatu tidak terpenuhi maka sesuatu itu tidak sah&#8217;.!! Manakah dalam hadits itu yang menunjukan bahwa bila tidak manqul maka ilmu itu tidak sah. Hadits itu hanya berisi anjuran atau perintah untuk menyampaikan, tidak terdapat padanya syarat sahnya ilmu itu harus dengan manqul, oleh karenaya Abu Dawud memberikan judul pada hadits ini &#8216;Bab Keutamaan Menyebarkan Ilmu&#8217;. Dan para ulama tidak memahami hadits ini seperti pemahaman LDII buktinya Abu Dawud Ibnu Hibban al Hakim dan ulama yang kita sebut di atas, tidak ada yang berpemahaman seperti LDII.</p>
<p>Ketujuh,<br />
الإسناد من الدين ولولا الإسناد لقال من شاء ما شاء<br />
&#8216;Isnad/sanad itu termasuk dari agama kalaulah bukan karena sanad tentu sembarang orang akan mengatakan semaunya&#8217;.</p>
<p>Kajian<br />
Ini adalah ucapan Abdullah Ibnul Mubarak diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Muqoddimah kitab Shahihnya 1/47 no:32 dan ar Ramahurmuzi dalam al Muhadditsul Fashil:96 dan al Khotib dalam Syaraf Ashhabul Hadits.</p>
<p>Mereka menganggap ucapan itu sebagai dasar teori manqul, ini tentu tidak sesuai dengan nash ucapan Ibnul Mubarak itu sendiri. Ucapan itu menerangkan keutamaan sanad dan sanad itu lebih umum dari pengertian manqul ala LDII di antara sanad adalah Al Mukatabah seperti yang kami terangkan di atas. Dan tidak mengandung sama sekali keharusan untuk manqul, juga tidak ada larangan mengambil ilmu tanpa manqul, demikian pula beliau ucapkan kata-kata ini di zaman beliau dan beliau meninggal pada tahun 181 H. Berbeda keadaannya dengan keadaan sekarang, oleh karenanya kita dapati para ulama mengatakan bahwa mengamalkan ilmu yang diambil dengan al wijadah, padahal itu tidak sekuat al Mukatabah wajib sebagaimana perincian dalam bahasan al wijadah di atas.</p>
<p>Kedelapan,<br />
إن هذا العلم دين فانظروا عمن تأخذوا دينكم<br />
&#8216;Sesungguhnya ilmu ini adalah agama, maka lihatlah oleh kalian dari mana kalian mengambil agama kalian.&#8217;</p>
<p>Kajian<br />
Ini adalah ucapan Muhammd bin Sirin diriwayatkan Imam Muslim dalam Muqoddimah Shahihnya:26, 1/44 Atsar (ucapan Tabi&#8217;in) ini mengandung bagaimana memilih guru agama yaitu memilih yang baik yang sesuai dengan sunnah Nabi, dan tidak sama sekali mengandung keharusan untuk manqul serta tidak ada di dalamnya larangan mengambil ilmu tanpa manqul.</p>
<p>Kesimpulan:<br />
Demikian dalil-dalil mereka, semuanya tidak tepat sebagai dalil. Adapun ayat Al Quran mereka tafsiri dari diri mereka sendiri, berbeda dengan ulama tafsir, makanya mereka tidak menyebutkan referensi tafsir dalam menerangkan ayat-ayat itu. Nah, bukankah ini artinya menafsiri Al Quran dengan ra&#8217;yu ?!! Mereka menuduh orang lain bicara hal agama dengan ra&#8217;yu, ternyata justru diri merekalah yang melakukannya ?!!</p>
<p>Dalil-dalil yang kalian pakai untuk menyerang selain golongan kalian justru itu senjata makan tuan dan bumerang bagi kalian sendiri. Kalian mengharuskan manqul dan melarang dengan ra&#8217;yu, pada kenyataannya bahkan kalianlah yang memakai ra&#8217;yu dalam agama ini, dimana kalian tafsirkan ayat dan hadits semau kalian dan tidak sesuai dengan pemahaman ulama. Dan kalau mereka (LDII) mengkafirkan seseorang yang mereka anggap pakai ra&#8217;yu, tidakkah vonis kafir itu juga mengenai mereka sendiri?! Karena mereka juga pakai ra&#8217;yu. Ingat ketika kau vonis kafir seseorang dan kau tunjuk dengan jari telunjukmu bukankah 4 jarimu menunjuk pada dirimu sendiri.?!</p>
<p>Saya tidak mengkafirkan kalian, namun saya hanya ingin mengingatkan bahayanya mengkafirkan seseorang, yang bisa jadi vonis kekafiran itu justru akan kembali kepada dirinya sendiri seperti dalam hadits Nabi<br />
أيما رجل قال لأخيه   يا كافر  فقد باء بها أحدهما<br />
&#8220;Barangsiapa mengatakan kepada Saudaranya : Wahai orang kafir maka (hukum) tersebut akan kembali kepada salah satu dari keduanya&#8221; [HR Bukhari dan Muslim…]</p>
<p>Adapun dalil dari hadits maka sebagiannya shahih dan sebagiannya dha&#8217;if dan semuanya mereka pahami dengan pemahaman yang salah, sehingga menjadi bumerang buat mereka sendiri. Terakhir dalil dari ucapan para ulama yang lagi-lagi mereka tafsiri sesuai kepentingan mereka. Kalaupun seandainya maksud ulama itu sesuai dengan maksud mereka –dan itu tidak mungkin- maka ucapan ulama bukan hujjah! Hujjah itu Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya Shallallahu &#8216;alaihi wasallam.</p>
<p>Contoh Hadits-Hadits Dha&#8217;if</p>
<p>Sekilas saya melihat buku &#8216;Himpunan&#8217; susunan LDII Kitabush Sholah maka saya dapati beberapa hadits dha&#8217;if, bahkan ada yang maudhu&#8217; diantaranya:<br />
إقرؤوا على موتاكم يس<br />
&#8220;Bacalah pada mayit-mayit kalian surat Yasin&#8221; hal.147.</p>
<p>Hadits ini Riwayat Abu Dawud Ibnu Majah dan lain-lain, didalamnya terdapat tiga cacat:<br />
- Kemajhulan (tidak ada rekomendasi/komentar dari ulama ahli hadits) rawinya yang bernama Abu Utsman.<br />
- Kemajhulan ayahnya.<br />
- Idlthirab (kegoncangan pada sanadnya)<br />
Hadit ini didha&#8217;ifkan oleh Ibnul Qhaththan, Ad Daruqhuthni dan Al Albani. Lihat perinciannya dalam Irwa&#8217;ul Ghalil karya al Albani hadits no:688.</p>
<p>من قرأ يس في ليلة أصبح مغفورا له&#8230;<br />
&#8220;Barangsiapa yang membaca Yasin dalam satu malam maka di pagi harinya dalam keadaan diampuni dosanya&#8221;, Kitabush shalah, hal.146. Asy Syaikh al Albani mendho&#8217;ifkannya dalam Dha&#8217;iful Jami&#8217;:5787.</p>
<p>من قرأ يس  كتب الله بقرائتها قرآءة القرآن عشر مرات<br />
&#8220;Barangsiapa yang membaca Yasin maka Allah tuliskan dengan membacanya sama dengan membaca Al Quran 10 kali&#8221;, hal.146.</p>
<p>Asy Syekh al Albani mengatakan: Maudhu&#8217; (palsu) karena ada rawi yang bernama Harun Abi Muhammad, azd Dzahabi menuduhnya sebagai pendusta [lihat perinciannya dalam Silsilah al Ahadits adh Dhaifah, no:169]</p>
<p>كان إذا أفطر قال  اللهم لك صمت وعلى رزقك افطرت<br />
&#8220;Bahwa Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wasallam bila berbuka membaca Allahumma laka shumtu…&#8221; , Kitabush shalah hal.134.<br />
Hadits ini Riwayat Abu Dawud, mursal dan mursal termasuk dha&#8217;if. Mursal karena Muadz bin Zuhrah bukan sahabat, lalu mengatakan bahwa Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wasallam…, bahkan dia juga tergolong majhul. [lihat perinciannya dalam Irwa'ul Ghalil no:919], asy syekh al Albani mengatakan: &#8220;Dha&#8217;if&#8221;. Mana persyaratan Musnad Muttashil (MM) di hadits ini dan hadits setelahnya wahai kaum LDII?!</p>
<p>Hadits khutbah Jum&#8217;ah hal 104 dan seterusnya, dari riwayat Abu &#8216;Ubaidah dari Abdullah bin Mas&#8217;ud, ternyata lemah, karena sanadnya terputus antara keduanya, dimana Abu Ubaidah tidak mendengar dari Abdullah bin Mas&#8217;ud. Anehnya mereka sendiri menyebutkan ucapan Abu Abdurrahman/Imam An Nasa&#8217;i dalam hal ini, lalu mengapa mereka tetap memakai hadits itu?! Lihat hal.105 : قال أبو عبد الرحمن أبو عبيدة لم يسمع من أبسه شيئا&#8230; &#8220;Abu Abdurrahman (An Nasa&#8217;i) mengatakan: Abu Ubaidah tidak mendengar hadits dari ayahnya (Ibnu Mas&#8217;ud) sedikitpun&#8221;</p>
<p>Demikian pula hadits Asma wa Sifat pada hal.124 dan kita sudah terangkan sisi kelemahannya diatas.</p>
<p>Perlu dikaji kembali bahwa syarat shahihnya hadits ada lima sebagaimana penjelasan pada halaman 4, sehingga tidak cukup dengan musnad atau muttashil saja, dan betapa banyak hadits yang musnad atau muttashil tapi dha&#8217;if atau bahkan maudhu&#8217;!!</p>
<p>Demikian sekilas kami melihat dan hanya dalam Kitabus Shalat, bagaimana bila seseorang benar-benar meneliti satu-persatu dan pada semua kitab himpunan mereka.</p>
<p>Mari kembali kepada kebenaran sebelum ajal menjemput…<br />
Bila anda tidak terima penjelasan ini…<br />
Ku tunggu jawaban ilmiyah anda.<br />
qomar77 @ telkom.net<br />
kunjungi www.asysyariah.com</p>
<p>Wallahul musta&#8217;an</p>
<p>(Dikutip dari tulisan al Ustadz Qomar Zainuddin, Lc, pimpinan Pondok Pesantren Darul Atsar, Kedu, Temanggung serta Pimred Majalah Asy Syariah. Judul asli Antara Al Qur&#8217;an, Al Hadits dan &#8216;Manqul&#8217;.)</p></div>
</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sintegcom.wordpress.com/23/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sintegcom.wordpress.com/23/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sintegcom.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sintegcom.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sintegcom.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sintegcom.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sintegcom.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sintegcom.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sintegcom.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sintegcom.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sintegcom.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sintegcom.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sintegcom.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sintegcom.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sintegcom.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sintegcom.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sintegcom.wordpress.com&amp;blog=2466032&amp;post=23&amp;subd=sintegcom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sintegcom.wordpress.com/2008/01/09/membongkar-kesesatan-ldii-bantahan-manqul-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/442a2597e1aa1ec1619b64cc9fdef01d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sintegcom</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Membongkar Kesesatan LDII : Apa itu Manqul (1)</title>
		<link>http://sintegcom.wordpress.com/2008/01/09/membongkar-kesesatan-ldii-apa-itu-manqul-1/</link>
		<comments>http://sintegcom.wordpress.com/2008/01/09/membongkar-kesesatan-ldii-apa-itu-manqul-1/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Jan 2008 13:38:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sintegcom</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu Syar&#039;i]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sintegcom.wordpress.com/2008/01/09/membongkar-kesesatan-ldii-apa-itu-manqul-1/</guid>
		<description><![CDATA[Membongkar Kesesatan LDII : Apa itu Manqul (1) Ahad, 21 Agustus 2005 &#8211; 10:26:03 Penulis: Al Ustadz Qomar ZA, Lc Antara Al Quran, al Hadits dan &#8216;Manqul&#8217; Oleh: Qomar ZA Jangan khawatir… Jangan takut… Baca dulu… Semoga Allah senantiasa memberimu petunjuk. Pengertian Manqul dalam Ajaran LDII Manqul H Nur Hasan Ubaidah adalah proses pemindahan ilmu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sintegcom.wordpress.com&amp;blog=2466032&amp;post=22&amp;subd=sintegcom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="article-index-title">Membongkar Kesesatan LDII : Apa itu Manqul (1)</div>
<div class="article-index-meta"> 			Ahad, 21 Agustus 2005 &#8211; 10:26:03</div>
<div class="article-index-meta">Penulis: Al Ustadz Qomar ZA, Lc</div>
<p>Antara Al Quran, al Hadits dan &#8216;Manqul&#8217;<br />
Oleh: Qomar ZA</p>
<p>Jangan khawatir…<br />
Jangan takut…<br />
Baca dulu…<br />
Semoga Allah senantiasa memberimu petunjuk.</p>
<p>Pengertian Manqul dalam Ajaran LDII<br />
Manqul H Nur Hasan Ubaidah adalah proses pemindahan ilmu dari guru ke murid. Ilmu itu harus musnad (mempunyai sandaran) yang disebut sanad, dan sanad itu harus mutashil (bersambung) sampai ke Rasulullah sehingga manqul musnad muttashil (disingkat M.M.M.) diartikan belajar atau mengaji Al Quran dan hadits dari Guru dan gurunya bersambung terus sampai ke Rasulullah.<br />
Atau mempunyai urutan guru yang sambung bersambung dari awal hingga akhir (demikian menurut kyai haji Kastaman, kiyai LDII dinukil dari bahaya LDII hal.253)<br />
Yakni: Waktu belajar harus tahu gerak lisan/badan guru, telinga langsung mendengar, dapat menirukan amalannya dengan tepat, terhalang dinding [Menurut mereka, berkaitan dengan terhalang dinding sekarang sudah terhapus. Demikian dikabarkan kepada kami melalui jalan yang kami percaya. Tapi sungguh aneh, aqidah yang sangat inti bahkan menjadi ciri khas kelompok ini bisa berubah-rubah. Demikiankah aqidah?! - pen] atau lewat buku tidak sah sedang murid tidak dibenarkan mengajarkan apa saja yang tidak manqul sekalipun ia menguasai ilmu tersebut, kecuali murid tersebut telah mendapatkan ijazah (ijin untuk mengajarkan-red) [Ijazah artinya pemberian ijin untuk meriwayatkan hadits misalnya saya katakan: 'Saya perbolehkan kamu untuk meriwayatkan hadits-hadits yang telah saya riwayatkan dari guru saya'- pen] dari guru, maka ia boleh mengajarkan seluruh isi buku yang telah diijazahkan kepadanya itu&#8221; [Drs Imron AM, selintas mengenai Islam Jama'ah dan ajarannya, Dwi Dinar, Bangil, 1993 hal. 24 dinukil dari Bahaya LDII hal. 258- pen]</p>
<p>Keyakinan LDII tentang Manqul<br />
1. Mereka meyakini dalam mempelajari ajaran agama harus manqul musnad dan muttashil, bila tidak maka tidak sah ilmunya, ibadahnya ditolak dan masuk neraka.<br />
2. Nur Hasan mengaku bahwa dirinyalah satu-satunya jalur untuk menimba ilmu secara musnad muttashil di Indonesia bahkan di dunia., atas dasar itu ia mengharamkan untuk menimba ilmu dari jalur lain.<br />
3. Ia mendasari kayakinannnya itu dengan dalil-dalil, -yang sesungguhnya tidak tepat sebagai dalil-.</p>
<p>Kajian atas Keyakinan dan Dalil-Dalil mereka</p>
<p>Kajian atas point pertama:<br />
a. Keyakinannya bahwa ilmu tidak sah kecuali bila diperoleh dengan musnad mutashil dan manqul, adalah keyakinan yang tidak berdasarkan dalil, adapun dalil-dalil yang dia pakai berkisar antara lemah dan tidak tepat sebagai dalil. Seperti yang akan anda lihat nanti Insya Allah.</p>
<p>b. Bahwa ini bertentangan dengan dalil-dalil syar&#8217;i yang menunjukan bahwa sampainya ilmu tidak mesti dengan manqul, bahkan kapan ilmu itu sampai kepadanya dan ilmu itu benar, maka ilmu itu adalah sah dan harus ia amalkan seperti firman Allah: …وأوحي إلي هذا القرآن لأنذركم به ومن بلغ &#8220;Dan diwahyukan kepadaku Al Quran ini untuk aku peringatkan kalian dengannya dan siapa saja yang Al Quran sampai padanya&#8221; [Al An'am:19]<br />
Mujahid mengatakan: dimanapun Al Quran datang maka ia sebagai penyeru dan pemberi peringatan. Kata (ومن بلغ) Ibnu Abbas menafsirkannya: &#8220;Dan siapa saja yang Al Quran sampai kepadanya, maka Al Quran sebagai pemberi peringatan baginya.&#8221;</p>
<p>Demikian pula ditafsirkan oleh Muhammad bin Ka&#8217;b, As Suddy [Tafsir at Thabari:5/162-163], Muqatil [Tafsir al Qurthubi:6/399], juga kata Ibnu Katsir [2/130]. Sebagian mengatakan : &#8220;Berarti bahwa Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wasallam sebagai pemberi peringatan bagi orang yang sampai kepadanya Al Quran.&#8221; Asy Syinqithi mengatakan: &#8220;Ayat mulia ini menegaskan bahwa Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wasallam pemberi peringatan bagi setiap orang yang Al Quran sampai kepadanya, siapapun dia. Dan dipahami dari ayat ini bahwa peringatan ini bersifat umum bagi semua yang sampai kepadanya Al Quran, juga bahwa setiap yang sampai padanya Al Quran dan tidak beriman dengannya maka ia di Neraka&#8221;. [Tafsir Adhwa'ul Bayan:2/188 lihat pula tafsir-tafsir di atas-pen] Maka dari tafsir-tafsir para ulama di atas &#8211; jelas bahwa tidak seorangpun dari mereka mengatakan bahwa sampainya ilmu harus dengan musnad muttashil atau bahkan manqul ala LDII.</p>
<p>Bahkan siapa saja yang sampai padanya Al Quran dengan riwayat atau tidak, selama itu memang ayat Al Quran, maka ia harus beriman dengannya apabila tidak maka nerakalah tempatnya. Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wasallam juga bersabda:بلغوا عني ولو آية&#8221;Sampaikan dariku walaupun satu kalimat&#8221; [Shahih, HR Ahmad Bukhari dan Tirmidzi]. Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wasallam tidak mengharuskan cara manqul ala LDII dalam penyampaian ajarannya.</p>
<p>c. Keyakinan mereka bertentangan dengan perbuatan Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wasallam, dimana beliau menyampaikan ilmu dengan surat kepada para raja. Seperti yang dikisahkan sahabat Anas bin Malik: عَنْ أَنَسٍ أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَتَبَ إِلَى كِسْرَى وَإِلَى قَيْصَرَ وَإِلَى النَّجَاشِيِّ وَإِلَى كُلِّ جَبَّارٍ يَدْعُوهُمْ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى وَلَيْسَ بِالنَّجَاشِيِّ الَّذِي صَلَّى عَلَيْهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ<br />
&#8220;Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wasallam menulis surat kepada Kisra, Qaishar, Najasyi dan kepada selurus penguasa, mengajak mereka kepada Allah. bukan an Najasyi yang Nabi menshalatinya&#8221; [Shahih, HR Muslim, Kitabul Jihad….no:4585 cet Darul Ma'rifah] (Surat Nabi kepada Heraqlius) [Shahih, HR Bukhari no:7 dan Muslim: 4583]. An Nawawi mengatakan ketika mensyarah hadits ini: &#8220;Hadits ini (menunjukkan) bolehnya beramal dengan (isi) surat.&#8221; [Syarh Muslim:12/330] Surat Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wasallam kepada raja Bahrain, lalu kepada Kisra [Shahih, HR al Bukhari, Fathul Bari:1/154]dan banyak lagi surat beliau kepada raja atau tokoh-tokoh masyarakat, bisa anda lihat perinciannya dalam kitab Zadul Ma&#8217;ad:1/116120 karya Ibnul Qoyyim [Cet Ar Risalah ke 30 Thn. 1417/1997]</p>
<p>Surat-menyurat Nabi ini tentu tidak sah menurut kaidah manqulnya Nur Hasan Ubaidah. Adapun Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wasallam menganggap itu sah, sehingga Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wasallam menerima Islam &#8211; mereka yang masuk Islam &#8211; karena surat itu tidak menganggap mereka kafir karena tidak manqul. Dan Nabi menganggap surat itu sebagai hujjah atas mereka yang tidak masuk Islam setelah datangnya surat itu, sehingga tiada alasan lagi jika tetap kafir, seandainya sistem surat-menyurat itu tidak sah, mengapa Nabi menganggapnya sebagai hujjah atas mereka??.</p>
<p>Kemudian setelah Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wasallam, cara inipun dipakai oleh para sahabatnya seperti surat Umar kepada Abu Musa al &#8216;Asy &#8216;ari yang terdapat didalamnya hukum-hukum yang berkaitan dengan Qadha&#8217; [Riwayat Ibnu Abi Syaibah, ad Daruqhutni al Baihaqi dan lain-lain `dishahihkan oleh al Albani dalam Irwaul Ghalil:8/241, Ahmad Syakir dan lain-lain -pen], lihat perinciannya dalam buku khusus membahas masalah ini berjudul رسالة عمر ابن الخطاب إلى أبي موسى الأشعري في القضاء و آدابه رواية ودراية karya Ahmad bin Umar bin Salim Bazmul.], Aisyah menulis surat kepada Hisyam bin Urwah berisi tentang shalat [al Kifayah fi 'Ilmirriwayah:343], Mu&#8217;awiyahpun menulis kepada al Mughirah bin Syu&#8217;bah tentang dzikir setelah shalat [Shahih, HR Bukhari dan Muslim], Utsman bin Affan mengirim mushaf ke pelosok-pelosok [Riwayat al Bukhari secara Mu'allaq:1/153 dan secara Musnad:9/11], belum lagi para ulama setelah mereka. Namun semuanya ini dalam konsep manqulnya Nur Hasan Ubaidah tidak sah, berarti teori &#8216;manqul anda&#8217; justru tidak manqul dari mereka, sebab ternyata menurut mereka semua sah. Dan pembaca akan lihat nanti &#8211; Insya Allah &#8211; komentar para ulama tentang ini.</p>
<p>Surat-menyurat ini lalu diistilahkan dengan mukatabah, dan para ulama ahlul hadits menjadikannya sebagai salah satu tata cara tahammul wal ada&#8217; (mengambil dan menyampaikan hadits), bahkan mereka menganggap ini adalah cara yang musnad dan muttashil, walaupun tidak diiringi dengan ijazah. Ibnus Sholah mengatakan: &#8220;Itulah pendapat yang benar dan masyhur diatara ahlul hadits…dan itu diamalkan oleh mereka serta dianggap sebagai musnad dan maushul (bersambung) [Ulumul Hadits:84] . As Sakhowi juga mengatakan: &#8220;Cara itu benar menurut pendapat yang shahih dan masyhur menurut ahlul hadits …. dan mereka berijma&#8217; (sepakat) untuk mengamalkan kandungan haditsnya serta mereka menganggapnya musnad tanpa ada khilaf (perselisihan) yang diketahui.&#8221; [Fathul Mughits:3/5]</p>
<p>Al Khatib al Baghdadi menyebutkan: &#8220;Dan sungguh surat-surat Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wasallam menjadi agama yang harus dianut dan mengamalkan isinya wajib bagi umat manusia ini, demikian pula surat-surat Abu Bakar, Umar dan selain keduanya dari para Khulafar ar Rasyidin maka itu harus diamalkan isinya. Juga surat seorang hakim kepada hakim yang lainnya dijadikan sebagai dasar hukum dan diamalkan.&#8217; [al Kifayah :345] . Jadi, ini adalah cara yang benar dan harus diamalkan, selama kita tahu kebenaran tulisan tersebut maka sudah cukup. [lihat, al Baitsul hatsits:123 dan Fathul mughits:3/11]</p>
<p>Imam al Bukhari pun mensahkan cara ini, dimana beliau membuat sebuah bab dalam kitab Shahihnya berjudul : &#8220;Bab (riwayat-riwayat) yang tersebut dalam hal munawalah dan surat/tulisan ulama yang berisi ilmu ke berbagai negeri.&#8221; [Fathul Bari:1/153]</p>
<p>Kalaulah &#8216;manqul kalian&#8217; dimanqul dari para ulama penulis Kutubus Sittah, mengapa Imam Bukhari menyelisihi kalian?? Apa kalian cukupkan dengan kitab-kitab &#8216;himpunan&#8217;, sehingga tidak membaca Shahih Bukhari walaupun ada di bab-bab awal, sehingga hal ini terlewatkan oleh kalian?? Demikian pula Imam Nasa&#8217;i menyelisihi kalian, karena beliau ketika meriwayatkan dari gurunya yang bernama Al Harits Ibnu Miskin beliau hanya duduk di balik pintu, karena tidak boleh mengikuti kajian haditsnya Sebabnya, karena waktu itu imam Nasa&#8217;i pakai pakaian yang membuat curiga al Harits ibnu Miskin dan ketika itu al Harits takut pada urusan-urusan yang berkaitan dengan penguasa sehingga beliau khawatir imam Nasa&#8217;i sebagai mata-mata maka beliau melarangnya [Siyar A'lam an Nubala:14/130], sehingga hanya mendengar di luar majlis. Oleh karenanya ketika beliau meriwayatkan dari guru tersebut beliau katakan: حدثنا الحارث بن مسكين قراءة عليه وأنا أسمع&#8221;Al Harits Ibnu Miskin memberitakan kepada kami, dengan cara dibacakan kepada beliau dan saya mendengarnya&#8221; dan anehnya riwayat semacam ini ada pada kitab himpunan kalian Kitabush Sholah hal. 4, &#8220;Apa kalian tidak menyadari apa maksudnya??&#8221;</p>
<p>d. Istilah &#8216;manqul&#8217; sebagai salah satu bidang ilmu ini adalah istilah yang benarbenar baru dan adanya di Indonesia pada Jama&#8217;ah LDII. Ini menunjukan bahwa ini bukan berasal dari para ulama. Adapun manqul sendiri adalah bahasa Arab yang berarti dinukil atau dipindah, dan ini sebagaimana bahasa Arab yang lain dipakai dalam pembicaraan. Namun hal itu hanya sebatas pada ungkapan bahasa -bukan sebagai istilah atau ilmu tersendiri yang memiliki pengertian khusus &#8211; apalagi konsekwensi khusus dan amat berbahaya.</p>
<p>e. Adapun musnad dan mutashil, memang ada dalam ilmu Musthalah dan masing masing punya definisi tersendiri. Musnad salah satu artinya dalam ilmu mushtolahul hadits adalah &#8216;Setiap hadits yang sampai kepada Nabi dan sanadnya bersambung/mutashil&#8217; [Min atyabil manhi fi 'ilmil Musthalah:8]. Akan tetapi perlu diketahui bahwa persyaratan musnad ini adalah persyaratan dalam periwayatan hadits dari Nabi, bukan persyaratan mengamalkan ilmu. Harus dibedakan antara keduanya, tidak bisa disamakan antara riwayat dan pengamalan.</p>
<p>Sebagaimana akan anda lihat nanti &#8211; Insya Allah &#8211; dalam pembahasan al wijadah, bahwa al wijadah itu secara riwayat terputus Namun secara amalan harus diamalkan. Orang yang tidak membedakan antara keduanya dan mewajibkan musnad mutashil dalam mengamalkan ilmu maka telah menyelisihi ulama ahlul hadits.</p>
<p>f. Musnad muttashilpun bukan satu-satunya syarat dalam riwayat hadits. Karena hadits yang shahih itu harus terpenuhi padanya 5 syarat yakni pertama, diriwayatkan oleh seorang yang adil [adil dalam pengertian ilmu mushtalah adalah seorang muslim, baligh, berakal selamat dari kefasikan dan hal-hal yang mencacat kehormatannya (muru'ah) [Min Atyabil Manhi fi Ilmil Musthalah:13]-pen, kedua yakni yang sempurna hafalannya atau penjagaannya terhadap haditsnya, ketiga, sanadnya bersambung, keempat, tidak syadz [Syadz artinya, seorang rawi yang bisa diterima menyelisi yang lebih utama dari dirinya [nuzhatun nadzor] yakni dalam meriwayatkan hadits bertentangan dengan rawi yang lebih kuat darinya atau lebih banyak jumlahnya. Sedang mu&#8217;allal artinya memiliki cacat atau penyakit yang tersembunyi sehingga tampaknya tidak berpenyakit padahal penyakitnya itu membuat hadits itu lemah. -pen] dan kelima tidak mu&#8217;allal.</p>
<p>Kalaupun benar –padahal salah- apa yang dikatakan oleh Nurhasan bahwa ilmu harus musnad muttashil, mana syarat-syarat yang lain ? Kenapa hanya satu yang diambil ? Jangan-jangan dia sengaja disembunyikan karena memang tidak terpenuhi padanya !</p>
<p>Atau kalau kita berhusnudhon, ya mungkin tidak tahu syarat-syarat itu, atau lupa, apa ada kemungkinan lainnya lagi?? Dan semua kemungkinan itu pahit. Jadi tidak cukup sekedar musnad muttashil bahkan semua syaratnya harus terpenuhi dan tampaknya keempat syarat yang lain memang tidak terpenuhi sama sekali. Hal itu bisa dibuktikan apabila kita melihat kejanggalan-kejanggalan yang ada pada ajaran LDII, misalnya dalam hal imamah, bai&#8217;at, makmum sholat, zakat, dan lain-lain. Ini kalau kita anggap syarat Musnad Muttashil terpenuhi pada mereka, sebenarnya itu juga perlu dikaji.</p>
<p>g. Amal LDII dengan prinsip ini menyelisihi amal muslimin sejak Zaman Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wasallam sampai saat ini.</p>
<p>h. Kenyataannya mereka hanya mementingkan MMM, tidak mementingkan keshahihan hadits, buktinya dalam buku himpunan mereka ada hadits-hadits dha&#8217;if, bahkan maudhu&#8217; (palsu). Lantas apalah artinya MMM kalau haditsnya tidak shahih karena rawinya tidak tsiqoh misalnya? [Contoh pada pembahasan terakhir -pen]</p>
<p>i. Dari siapa &#8216;manqul&#8217; ini dimanqul? Kalau memang harus manqul bukankah &#8216;metode manqul&#8217; itu juga harus manqul?? Karena ini justru paling inti, Nur Hasan atau para pengikutnya harus mampu membuktikan secara ilmiyah bahwa manqul ini &#8216;dimanqul&#8217; dari Nabi, para sahabatnya dan para ulama ahli hadits. Kalau ia tidak bisa membuktikannya, berarti ia sendiri yang pertama kali melanggar kaidah manqulnya. Kalau ia mau buktikan, maka mustahil bisa dibuktikan, karena seperti yang kita lihat dan akan kita lihat &#8211; Insya Allah &#8211; ternyata manqul ini menyelisihi Nabi, para sahabat, dan ulama ahlul hadits.</p>
<p>j. Dalam ilmu Mushtholah al Hadits pada bab tahammul wal ada&#8217; (menerima dan menyampaikan hadits) terdapat cara periwayatan yang diistilahkan dengan al Wijadah. Yaitu seseorang mendapatkan sebuah hadits atau kitab dengan tulisan seseorang dengan sanadnya [al Baitsul Hatsits:125]. Dari sisi periwayatan, al wijadah termasuk munqothi&#8217; [Munqothi: terputus sanadnya. Mursal: terputus dengan hilangnya rawi setelah tabi'in. Mu'allaq: terputus dengan hilangnya rawi dari bawah sanad - pen], mursal [Ulumul hadits:86, Fathul Mughits:3/22] atau mu&#8217;allaq, Ibnu ash Sholah mengatakan: &#8220;Ini termasuk munqothi&#8217; dan mursal…&#8221;, ar Rasyid al &#8216;Atthor mengatakan: &#8220;Al wijadah masuk dalam bab al maqthu&#8217; menurut ulama (ahli) periwayatan&#8221;.[Fathul Mughits:3/22]</p>
<p>Bahkan Ibnu Katsir menganggap ini bukan termasuk periwayatan, katanya: &#8220;Al Wijadah bukan termasuk bab periwayatan, itu hanyalah menceritakan apa yang ia dapatkan dalam sebuah kitab.&#8221; [al Baitsul Hatsits:125]</p>
<p>Jadi al wijadah ini kalau menurut kaidah M.M.M-nya Nur Hasan tentu tidak terpenuhi kategorinya, sehingga tentu tidak boleh bahkan haram mengamalkan ilmu yang diperoleh dengan cara al wijadah. Tetapi maksud saya disini ingin menerangkan pandangan ulama tentang mengamalkan ilmu yang didapat dengan al wijadah, ternyata disana ada beberapa pendapat:<br />
a. Sebagian orang terutama dari kalangan Malikiyah (pengikut madzhab Maliki) melarangnya.<br />
b. Boleh mengamalkannya, ini pendapat asy Syafi&#8217;i dan para pemuka madzhab Syafi&#8217;iyyah.<br />
c. Wajib mengamalkannya ketika dapat rasa percaya pada yang ia temukan. Ini pendapat yang dipastikan ahli tahqiq dari madzhab as Syafi&#8217;iyyah dalam Ushul Fiqh. [lihat Ulumul Hadits karya Ibnu Sholah:87]</p>
<p>Ibnush Sholah mengatakan tentang pendapat yang ketiga ini: &#8220;Inilah yang mesti dilakukan di masa-masa akhir ini, karena seandainya pengamalan itu tergantung pada periwayatan maka akan tertutuplah pintu pengamalan hadits yang dinukil (dari Nabi) karena tidak mungkin terpenuhinya syarat periwayatan padanya.&#8221; [Ulumul Hadits:87] Yang beliau maksud adalah hanya al wijadah yang ada sekarang. [al Baitsul Hatsits: 126]<br />
An Nawawi mengatakan: &#8216;Itulah yang benar&#8217; [Tadriburrawi:1/491], demikian pula As Sakhowi juga menguatkan pendapat yang mewajibkan. [Fathul Mughits:3/27]<br />
Ahmad Syakir mengatakan: yang benar wajib (mengamalkan yang shahih yang diriyatkan dengan al wijadah). [al Baitsul Hatsits: 126]</p>
<p>Tentu setelah itu disyaratkan bahwa penulis kitab yang ditemukan (diwijadahi) adalah orang yang terpercaya dan amanah dan sanad haditsnya shahih sehingga wajib mengamalkannya. [al Baitsul Hatsits:127] Ali Hasan mengatakan: Itulah yang benar dan tidak bisa terelakkan, seandainya tidak demikian maka ilmu akan terhenti dan akan kesulitan mendapatkan kitab, akan tetapi harus ada patokan-patokan ilmiyah yang detail yang diterangkan para ulama&#8217; dalam hal itu sehingga urusan tetap teratur pada jalannya [Al Baitsul Hatsits:1/368 dengan tahqiqnya]. Dengan demikian pendapat yang pertama tidak tepat lebih-lebih di masa ini. Diantara yang mendukung kebenaran pendapat yang membolehkan atau mewajibkan adalah berikut ini Nabi bersabda:<br />
-أي الخلق أعجب إليكم إيمانا ؟قالوا : الملائكة.قال: وكيف لايؤمنون وهم عند ربهم وذكروا الأنبياء،فقال: وكيف لا يؤمنون والوحي ينزل عليهم ؟!قالوا : ونحن فقال: وكيف لاتؤمنون وأنا بين أظهركم. قالوا فمن يا رسول الله؟ قال قوم يأتون من بعدكم يجدون صحفا يؤمونو بما فيها artinya: &#8220;Makhluk mana yang menurut kalian paling ajaib imannya?&#8221; Mereka mengatakan: &#8220;Para malaikat.&#8221; Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wasallam mengatakan: &#8220;Bagaimana mereka tidak beriman sedang mereka di sisi Rabb mereka?&#8221;. Merekapun (para sahabat) menyebut para Nabi, Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wasallampun menjawab: &#8220;Bagaimana mereka tidak beriman sedang wahyu turun kepada mereka&#8221;. Mereka mengatakan: &#8220;Kalau begitu kami?&#8221; Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wasallam menjawab: &#8220;Bagaimana kalian tidak beriman sedang aku ditengah-tengah kalian.&#8221; Mereka mengatakan : &#8220;Maka siapa Wahai Rasulullah?&#8221; Beliau menjawab: &#8220;Orang-orang yang datang setelah kalian, mereka mendapatkan lembaran-lembaran lalu mereka beriman dengan apa yang di dalamnya.&#8221; [HR Ahmad, Abu Bakar Ibnu Marduyah, ad Darimi, al Hakim dan Ibu 'Arafah, Ali Hasan mengatakan: Cukuplah Hadits itu dalam pandangan saya sebagai Hadits Hasan lighoirihi (bagus dengan jalan-jalan yang lain), semua jalannya lemah namun lemahnya tidak terlalu sehingga dihasankan dengan seluruh jalan-jalannya. Dan al Haitsami dalam al Majma:10/65 serta al Hafidz dalam al Fath:6/7 cenderung kepada hasannya hadits itu. [al Baitsul Hatsits:1/369 dengan tahqiqnya], maraji&#8217;: Ad Dho&#8217;ifah:647-649, syekh al Albani cenderung kepada lemahnya, Fathul Mughits:3/28 ta&#8217;liqnya, Al Mustadrak:4/181, musnad Ahmad:4/106, Sunan ad Darimi:2/108, Ithaful Maharoh:14/63. Tafsir Ibnu Katsir:1/44 Al Baqarah:4- pen]<br />
- Amalan Ibnu Umar, dimana beliau meriwayatkan dari ayahnya dengan al wijadah, al Khatib al Baghdadi dalam bukunya [al kifayah:354] meriwayatkan dengan sanadnya sampai kepada Nafi, dari Ibnu Umar, أنه وجد في قائم سيف عمر بن الخطاب صحيفة فيها ليس فيما دون خمس من ا لابل صدقة فإذا كانت خمسا ففيها شاة<br />
&#8216;Bahwa beliau mendapatkan pada gagang pedang umar sebuah lembaran (tertulis) &#8216;Tidak ada zakat pada unta yang jumlahnya kurang dari lima, kalau jumlahnya 5 maka zakatnya satu kambing jantan…&#8217;<br />
- Abdul Malik bin Habib atau Abu Imran al Jauni beliau adalah seorang Tabi&#8217;in yang Tsiqoh (terpercaya) seperti kata al Hafidz Ibnu Hajar dalam [at Taqrib:621], beliau mengatakan: &#8220;Kami dulu mendengar tentang adanya sebuah lembaran yang terdapat padanya ilmu, maka kamipun silih berganti mendatanginya, bagaikan kami mendatangi seorang ahli fiqih. Sampai kemudian keluarga az Zubair datang kepada kami disini dan bersama mereka orang-orang faqih.&#8221; [Al Kifayah:355 dan Fathul Mughits:3/27]</p>
<p>Bila seperti ini keadaannya maka seberapa besar faidah sebuah sanad hadits yang sampai ke para penulis Kutubus Sittah di masa ini, toh tanpa sanad inipun kita bisa langsung mendapatkan buku mereka. Dan kita dapat mengambil langsung hadits-hadits itu darinya, walaupun tanpa melalui sanad &#8216;muttashil musnad manqul&#8217; kepada mereka. Dan wajib kita mengamalkannya seperti anda lihat keterangan di atas.</p>
<p>Tidak seperti yang dikatakan Nur Hasan bersama LDIInya bahwa tidak boleh mengamalkanya bahkan itu haram!! Subhanallah, pembaca melihat ternyata dalil dan para ulama menyelisihi mereka, jadi dari mana &#8216;manqulmu&#8217; dimanqul?? Ahmad Syakir mengatakan: &#8220;Dan kitab-kitab pokok kitab-kitab induk dalam sunnah Nabi dan selainnya, telah mutawatir periwayatannya sampai kepada para penulisnya dengan cara al wijadah.</p>
<p>Demikian pula berbagai macam buku pokok yang lama yang masih berupa manuskrip yang dapat dipercaya, tidak meragukannya kecuali orang yang lalai dari ketelitian makna pada bidang riwayat dan al wijadah atau orang yang membangkang, yang tidak puas dengan hujjah.[Al Baitsul Hatsits:128].</p>
<p>Oleh karenanya para ulama yang memiliki sanad sampai penulis Kutubus Sittah, tidak membanggakan sanad mereka apabila amalannya tidak sesuai dengan Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wasallam. Bahkan mereka tidak pernah pamer, tidak pula mereka memperalatnya untuk kepentingan pribadi atau kelompok, karena mereka tahu hakekat kedudukan sanad pada masa ini., berbeda dengan yang tidak tahu sehingga memamerkan, memperalat dan…dan…</p>
<p>k. Juga, untuk membuktikan benar atau salahnya ajaran manqul. Kita perlu membandingkan ajaran LDII dengan ajaran Nabi dan para sahabatnya. Seandainya manqulnya benar maka tentu ajaran LDII akan sama dengan ajaran Nabi dan para sahabatnya, kalau ternyata tidak sama maka pastikan bahwa manqul dan ajaran LDII itu salah, dan ternyata itulah yang terbukti.</p>
<p>Berikut ini pokok-pokok ajaran LDII yang berbeda dengan ajaran Nabi dan para sahabatnya:<br />
- Dalam hal memahami bai&#8217;at dan mengkafirkan yang tidak bai&#8217;at.<br />
- Dalam hal mengkafirkan seorang muslim yang tidak masuk LDII<br />
- Dalam hal manqul itu sendiri<br />
- Dalam aturan infaq<br />
- Menganggap najis selain mereka dari muslimin<br />
- Menganggap tidak sah sholat dibelakang selain mereka<br />
- Begitu gampang memvonis seseorang di Neraka padahal dia muslim<br />
- Menganggap tidak sahnya penguasa muslim jika selain golongannya<br />
- Dan lain-lain<br />
[perincian masalah-masalah ini sebagiannya telah kami jelaskan dalam makalah yang lain, dan yang belum akan menyusul insyaallah, tunggulah saatnya!! -pen]<br />
l. Sanad Nur hasan Ubaidah [Seputar sanad Nur Hasan atau Ijazah haditsnya ini banyak cerita unik di kalangan LDII, konon hadits-haditsnya hilang waktu naik becak, yang disampaikan kepada pengikutnya hanya 6.-pen], dalam kitab himpunan susunan LDII pada Kitabush Sholah hal. 124-125 yang sampai kepada Imam at Tirmidzi pada hadits Asma&#8217; wa Shifat Allah, ternyata hadits itu adalah hadits lemah, Ibnu Hajar mengatakan: &#8220;&#8216;Illah (cacat) hadits itu menurut dua syaikh (al Bukhari dan Muslim). Bukan hanya kesendirian al Walid ibnu Muslim (dalam meriwayatkannya), bahkan juga adanya ikhtilaf (perbedaan periwayatan para rawinya), idlthirab (kegoncangan akibat perbedaan itu), tadlis (sifat tadlis pada al Walid ibnu Muslim yaitu mengkaburkan hadits) dan kemungkinan adanya idraj (dimasukkannya ucapan selain Nabi pada matan hadits itu [Fathul Bari, syarah al Bukhari:11/215].). Jadi cacat/&#8217;illah/kelemahan hadits itu ada 5 sekaligus, yaitu tafarrud, ikhtilaf, idlthirab, tadlis dan idraj.&#8221; Imam At Tirmidzipun merasakan kejanggalan pada hadits ini, dimana beliau setelah menyebutkan hadits ini mengatakan: &#8216;Gharib&#8217; (aneh karena adanya tafarrud/kesendirian dalam riwayat) [Sunan at Tirmidzi:5/497, no:3507], demikian pula banyak para ulama menganggap lemah hadits ini seperti Ibnu Taimiyyah, Ibnu Katsir, al Bushiri, Ibnu Hazm, al Albani dan Ibnu Utsaimin. [lihat al Qowa'idul Mutsla:18 dengan catatan kaki Asyraf Abdul Maqshud]. Hadits yang shahih dalam masalah ini adalah tanpa perincian penyebutan Asma&#8217;ul Husna dan itu diriwayatkan al Bukhari dan Muslim</p>
<p>Kajian keyakinan kedua, bahwa dialah satu-satunya jalan manqul…</p>
<p>Apa ini bukan kesombongan, kebodohan serta penipuan terhadap umat?!. Karena sampai saat ini sanad-sanad hadits itu masih tersebar luas di kalangan tuhllabul ilmi, mereka yang belajar hadits di Jazirah Arab, Saudi Arabia dan negara-negara tetangganya, di Pakistan, India atau Afrika, baik yang belajar orang Indonesia atau selain orang Indonesia, mereka banyak mendapatkan Ijazah [Bukan ijazah tamat sekolah, tapi ini istilah khusus dalam ilmu riwayat hadits. Yaitu ijin dari syekh untuk meriwayatkan hadits - pen] riwayat Kutubus Sittah dan yang lain termasuk diantaranya adalah penulis makalah ini. Kalau dia konsekwen dengan ilmu manqulnya, lantas mengapa dia anggap dirinya satu-satunya jalan manqul?? Sehingga kalian &#8211; wahai pengikut LDII &#8211; mengkafirkan yang tidak menuntut ilmu dari kalian, termasuk mereka yang mengambil ilmu dari negara-negara Arab dari ulama/syaikh-syaikh yang punya sanad, padahal mereka mendapat sanad, ternyata kalian kafirkan juga?!</p>
<p>Asy Syaikh al Albani dan murid-muridnya di Yordania, asy Syaikh Abdullah al Qar&#8217;awi dan murid-muridnya, asy Syaikh Hammad al Anshari dan murid-muridnya di Saudi Arabia, asy syaikh Muqbil di Yaman, asy Syaikh Muhammad Dhiya&#8217;urrahman al &#8216;Adhami dari India dan murid-muridnya, dan masih banyak lagi yang lain tak bisa dihitung. Merekapun punya sanad Kutubus Sittah dan selainnya sampai kepada Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wasallam, tapi mereka tidak seperti kalian, wahai Nur Hasan dan pengikutnya. Mereka tahu apa arti sebuah sanad di masa ini, dan perlu diketahui bahwa semua mereka aqidahnya berbeda dengan aqidah kalian, wahai penganut LDII. Mana yang benar, wahai orang yang berakal??</p>
<p>(Bersambung ke Membongkar kesesatan LDII : Bantahan Manqul (2)</p>
<p>(Dikutip dari tulisan al Ustadz Qomar Zainuddin, Lc, pimpinan Pondok Pesantren Darul Atsar, Kedu, Temanggung serta Pimred Majalah Asy Syariah. Judul asli Antara Al Qur&#8217;an, Al Hadits dan &#8216;Manqul&#8217;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sintegcom.wordpress.com/22/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sintegcom.wordpress.com/22/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sintegcom.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sintegcom.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sintegcom.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sintegcom.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sintegcom.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sintegcom.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sintegcom.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sintegcom.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sintegcom.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sintegcom.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sintegcom.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sintegcom.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sintegcom.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sintegcom.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sintegcom.wordpress.com&amp;blog=2466032&amp;post=22&amp;subd=sintegcom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sintegcom.wordpress.com/2008/01/09/membongkar-kesesatan-ldii-apa-itu-manqul-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/442a2597e1aa1ec1619b64cc9fdef01d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sintegcom</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hal-hal yang berkaitan dengan Hardisk</title>
		<link>http://sintegcom.wordpress.com/2008/01/08/hal-hal-yang-berkaitan-dengan-hardisk/</link>
		<comments>http://sintegcom.wordpress.com/2008/01/08/hal-hal-yang-berkaitan-dengan-hardisk/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jan 2008 13:11:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sintegcom</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu Komputer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sintegcom.wordpress.com/2008/01/08/hal-hal-yang-berkaitan-dengan-hardisk/</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hal yang patut anda pertimbangkan dalam memilih sebuah harddisk: Berikut ini ada beberapa tips-tips yang bisa dipertimbangkan, tentulah hal ini bukan sesuatu yang multlak, tapi paling tidak memberikan sedikit gambaran anda sebelum membeli sebuah hardisk. • Kapasitas, Anda seorang profesional atau gamers? Harddisk berkapasitas 80GB adalah standard minimal bagi anda. • Bandwith, SATAII menyuguhkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sintegcom.wordpress.com&amp;blog=2466032&amp;post=21&amp;subd=sintegcom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa hal yang patut anda pertimbangkan dalam memilih sebuah harddisk:<br />
Berikut ini ada beberapa tips-tips yang bisa dipertimbangkan, tentulah hal ini bukan sesuatu yang multlak, tapi paling tidak memberikan sedikit gambaran anda sebelum membeli sebuah hardisk.<br />
•    Kapasitas, Anda seorang profesional atau gamers? Harddisk berkapasitas 80GB adalah standard minimal bagi anda.<br />
•    Bandwith, SATAII menyuguhkan kecepatan bandwith 3 kali lipat (300MBps) dibanding harddisk biasa (Parallel ATA) (100MBps), Ultra ATA (133MBps) atau 2 kali lipat dibanding harddisk SATA (150MBps). Mainboardmu harus mampu mendukung SATA II (minim mainboard berchipset NF4Ultra-939). Jika kamu suka bermain-main dengan OC-ing pertimbangkan untuk mencari harddisk bukan SATA. Masalahnya Harddisk SATA mempunyai karakter yang sangat sensitif terhadap perubahan pada saat overclocking.<br />
•    Buffer 8MB, Harddisk SATAII mempunyai buffer 8MB meskipun ada juga harddisk biasa dan harddisk SATA yang mempunyai buffer 8MB. Kesimpulannya cari harddisk biasa atau Non SATA yang penting mempunyai buffer 8MB. Ada penamaan/ code tertentu yang menunjukkan harddisk tersebut mempunyai buffer  8MB .<br />
•    Cool n Quiet, Harddisk dingin berarti reliable, hemat konsumsi daya dan tentunya stabil. Noiseless adalah syarat penting terutama jika anda adalah seorang profesional audio editing.<br />
•    Harga dan Garansi, Jangan asal murah karena biasanya pasti ada udang di balik murah. Jika anda hanya menginginkan harga hati-hati dengan masa garansi Garansi? Rata-rata sih satu tahun garansi. Ada yang dua tahun tapi biasanya jadi agak freeport bin repot.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sintegcom.wordpress.com/21/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sintegcom.wordpress.com/21/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sintegcom.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sintegcom.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sintegcom.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sintegcom.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sintegcom.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sintegcom.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sintegcom.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sintegcom.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sintegcom.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sintegcom.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sintegcom.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sintegcom.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sintegcom.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sintegcom.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sintegcom.wordpress.com&amp;blog=2466032&amp;post=21&amp;subd=sintegcom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sintegcom.wordpress.com/2008/01/08/hal-hal-yang-berkaitan-dengan-hardisk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/442a2597e1aa1ec1619b64cc9fdef01d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sintegcom</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketika Islam Dikambinghitamkan</title>
		<link>http://sintegcom.wordpress.com/2008/01/08/ketika-islam-dikambinghitamkan/</link>
		<comments>http://sintegcom.wordpress.com/2008/01/08/ketika-islam-dikambinghitamkan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jan 2008 11:31:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sintegcom</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu Syar&#039;i]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sintegcom.wordpress.com/2008/01/08/ketika-islam-dikambinghitamkan/</guid>
		<description><![CDATA[Ketika Islam Dikambinghitamkan Selasa, 02-Oktober-2007, Penulis: Buletin Jum’at Al-Atsariyyah Islam adalah agama yang paling bermutu, lengkap dan sempurna. Di antara berbagai agama, Islam adalah agama yang tidak tertandingi sepanjang zaman. Karena itu Al Qu’an menantang manusia dan jin untuk membuat ajaran seperti Al Qur’an, atau sekedar membuat satu surah saja, atau bahkan satu ayat pun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sintegcom.wordpress.com&amp;blog=2466032&amp;post=17&amp;subd=sintegcom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:Tahoma,Verdana,Arial,sans-serif;color:#333333;"><span class="news-title">Ketika Islam Dikambinghitamkan</span><br />
<span class="dateartikel"> 				Selasa, 02-Oktober-2007, Penulis: Buletin Jum’at Al-Atsariyyah</span></span></p>
<p style="font-family:Tahoma,Verdana,Arial,sans-serif;line-height:150%;"> Islam adalah agama yang paling bermutu, lengkap dan sempurna. Di antara berbagai agama, Islam adalah agama yang tidak tertandingi sepanjang zaman. Karena itu Al Qu’an menantang manusia dan jin untuk membuat ajaran seperti Al Qur’an, atau sekedar membuat satu surah saja, atau bahkan satu ayat pun yang semisal dengan Al Qur’an, baik dari kandungan makna, gaya bahasa dan kebenaran serta misi yang dibawanya. Allah berfirman,</p>
<p>&#8220;Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang kami wahyukan kepada hamba kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya) &#8211; dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir&#8221;. (QS. Al-Baqarah: 23-24)</p>
<p>Berbagai ajaran dan ideologi telah tumbang satu-persatu atau paling tidak sarat dengan kritik disana-sini. Hanya Islam sebagai ajaran sempurna yang diakui oleh kawan maupun lawan (yang obyektif), tidak mengandung kelemahan dan abadi sepanjang zaman. Allah berfirman,</p>
<p>&#8220;Pada hari Ini Telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan Telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan Telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu&#8221;. (QS. Al Maidah:   3 )</p>
<p>Al-Imam Abul Fida` Ibnu Katsir-rahimahullah- berkata dalam Tafsir Ibnu Katsir (2/14), “Ini adalah karunia Allah -Ta’ala- yang paling besar terhadap umat ini, di saat Allah telah menyempurnakan agama bagi mereka, maka mereka pun tidak butuh lagi kepada agama yang lain dan tidak kepada nabi yang lain selain Nabi mereka -Shollallahu ‘alaihi wasallam-. Oleh karena itu, Allah menjadikan beliau sebagai penutup para nabi. Dia telah mengutus beliau kepada bangsa manusia dan jin. Jadi, tidak ada perkara yang halal, selain yang beliau halalkan dan tidak ada perkara yang haram selain yang dia haramkan, serta tidak ada ajaran agama selain yang dia syariatkan&#8221;.</p>
<p>Allah pilihkan Islam sebagai kita di antara agama-agama yang lain, karena Islam agama yang diakui di sisi Allah, bukan agama yang lain. Allah -Ta’ala- berfirman mengancam orang yang mencari agama selainnya,</p>
<p>وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآَخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ</p>
<p>&#8220;Barang siapa yang mencari agama selain islam, maka sungguh Allah tidak akan menerima darinya. Dan di akhirat kelak dia termasuk orang-orang yang merugi&#8221; (QS.Al-’Imran: 85)</p>
<p>Namun setelah kejadian 11 September 2001, isu terorisme semakin menjadi-jadi dan menimbulkan polemik yang telah meninggalkan berbagai trauma, kepedihan dan kekalutan di tengah manusia; menyebabkan Islam tertuduh –walaupun Islam berlepas diri darinya-.</p>
<p>وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا</p>
<p>&#8220;Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mu’min, dan mu’minat, tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan, dan dosa yang nyata&#8221;. (QS. Al-Ahzab: 58)</p>
<p>Kejadian attack WTC dan Pentagon AS sungguh sangat menghebohkan, sehingga dengan kejadian ini menjadi alasan bagi dunia barat yang kafir dan orang-orang seperti mereka untuk memberikan gelar kepada Islam sebagai &#8220;teroris&#8221; dan &#8220;agama haus darah&#8221;!!</p>
<p>Ini adalah tuduhan yang sangat keji, sangat tidak layak kalau Islam dikaitkan dengan terorisme, karena nilai Islam yang agung nan luhur sangat bertolak belakang dengan terorisme itu sendiri, berdasarkan beberapa alasan berikut:</p>
<p>Islam adalah rahmat bagi semesta alam.<br />
Diantara rahmat Allah yang sangat agung kepada manusia, dijadikannya syariat Islam ini sebagai syariat yang penuh dengan rahmat, kemurahan dan kemudahan. Sepanjang perjalanan kehidupan manusia, Islam dikenal dengan sifat rahmat ini; memang Islam akan tetap menjadi rahmat bagi manusia pada segala keadaan, di setiap waktu dan tempat. Allah berfirman,</p>
<p>&#8220;Dan tiadalah kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi alam semesta&#8221; (Al-Anbiyaa’:107)</p>
<p>Allah menurunkan Al Qur’an sebagai rahmat dan obat bagi orang-orang yang beriman. Sebagaiman dalam firman-Nya,</p>
<p>&#8220;dan kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri&#8221;. (QS. An Nahl: 89)</p>
<p>Islam adalah agama yang penuh dengan keadilan.<br />
Islam adalah agama yang dipenuhi dengan keadilan. Sebab itu adalah prinsip Islam yang dijelaskan dalam berbagai nash, ayat maupun hadits. Prinsip ini benar-benar merupakan akhlak mulia yang sangat ditekankan dalam syariat Islam, sehingga wajar kalau tuntunan dan aturan agama, semuanya dibangun di atas dasar keadilan dan seluruh lapisan manusia diperintahkan untuk berlaku dengan adil. Allah berfirman,</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat,&#8221; (QS. An Nahl: 90)</p>
<p>Imam Ibnu Katsir-rahimahullah- berkata dalam Tafsir Al-Qur’an Al-Azhim (2/769), &#8220;Allah -Ta’ala- mengabarkan bahwa Dia memerintahkan para hamba-Nya untuk berbuat adil, yaitu seimbang; Dia menganjurkan (mereka) untuk berbuat adil&#8221;.</p>
<p>Imam Muhammad bin Ali Asy-Syaukaniy-rahimahullah- berkata dalam Fath Al-Qodir (3/269), &#8220;Yang paling utama, kata &#8220;adil&#8221; ditafsiri berdasarkan maknanya dalam bahasa, yaitu pertengahan diantara dua sikap: sikap ekstrim, dan sikap teledor. Makna perintah Allah untuk berbuat adil, hendaknya para hamba-Nya dalam beragama berada pada kondisi pertengahan; tidak condong kepada sikap ekstrim (yaitu, keterlaluan yang tercela dalam agama), dan tidak pula condong kepada sikap teledor (yaitu, melalaikan sesuatu diantara ajaran agama)&#8221;</p>
<p>Bahkan kepada musuh pun, Allah memerintahkan kita berbuat adil. Allah berfirman,</p>
<p>&#8220;Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada taqwa&#8221; QS. Al Maidah : 8</p>
<p>Seorang Ahli tafsir, Imam Abu As-Su’ud Muhammad bin Muhammad Al-Imadiy -rahimahullah- berkata dalam Irsyad Al-Uqul As-Salim(3/12) saat menjelaskan makna ayat ini,&#8221; Janganlah sekali-kali kerasnya kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil . Lantaran itu, kalian tidak mau memberikan persaksian yang adil dalam hak-hak mereka, atau melampaui batas atas mereka dengan melakukan sesuatu yang tidak halal semisal itu, menuduh mereka, membunuh wanita, dan anak-anak mereka; merusak perjanjian karena balas dendam, dan lainnya. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada taqwa yang diperintahkan kepada kalian &#8220;.</p>
<p>Rasulullah menyatakan dengan tegas agar keadilan ditegakkan hingga beliau bersabda:</p>
<p>إِنَّ بَنِيْ إِسْرَائِيْلَ كَانَ إِذَا سَرَقَ فِيْهِمْ الشَّرِيْفُ تَرَكُوْهُ وَإِذَا سَرَقَ فِيْهِمْ الضَّعِيْفُ قَطَعُوْهُ لَوْ كَانَتْ فَاطِمَةُ لَقَطَعْتُ يَدَهَا</p>
<p>&#8220;Andaikata Fatimah putri Muhammad mencuri maka sungguh saya yang akan memotong tangannya&#8221;. [HR.Al-Bukhary (3526) dan Muslim (1689)].</p>
<p>Islam adalah agama penegak keamanan<br />
Allah menjadikan Islam sebagai agama yang bertujuan menegakkan keamanan di tengah manusia. Karena keamanan adalah suatu hal yang dituntut dalam kehidupan, dimana seluruh makhluk sangat membutuhkannya dalam memenuhi hal-hal yang berkaitan dengan maslahat kepentingan mereka, baik yang sifatnya keduniaan maupun keagamaan.</p>
<p>Andai seseorang meraih keselamatan badan dan keluasan rizki; semua itu tidaklah bernilai, kecuali dengan keamanan dan ketentraman.</p>
<p>Karenanya, Islam sangat menjaga keamanan jiwa manusia hingga pada tempat yang aman sekalipun, seperti masjid. Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,</p>
<p>إِذَا مَرَّ أَحَدُكُمْ فِيْ مَسْجِدِنَا أَوْ فِيْ سُوْقِنَا وَمَعَهُ نَبْلٌ فَلْيُمْسِكْ عَلَى نِصَالِهَا أَوْ قَالَ فَلْيَقْبِضْ بِكَفِّهِ أَنْ يُصِيْبَ أَحَدًا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْهَا بِشَيْءٍ</p>
<p>&#8220;apabila salah seorang dari kalian berlalu di masjid kami atau di pasar kami dengan membawa tombak. Maka hendaklah ia memegang ujungnya&#8221; . Atau beliau berkata: &#8220;hendaknya ia menggenggam dengan tangannya agar tidak sesuatu pun dari senjata-senjata tersebut yang menimpa salah seorang dari kaum muslimin&#8221;. [HR.Al Bukhary (6664) dan Muslim (2615)]</p>
<p>Membuat seorang muslim menjadi takut adalah perkara yang diharamkan dengan segala bentuknya. Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,</p>
<p>لَا يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَن يُرْوِعَ مَسْلِمًا</p>
<p>&#8220;Tidak halal bagi seorang muslim membuat takut muslim yang lain&#8221; [HR.Ahmad (5/362), dan Abu Dawud (5004),dan di-shohih-kan oleh Syaikh Al-Albani didalam Ghoyatul Marom (447)]</p>
<p>Islam adalah agama yang mengecam perbuatan kezholiman<br />
Nilai-nilai Islam yang agung nan suci tidaklah sejalan dengan perbuatan kezholiman dan membuat kerusakan di muka bumi. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengharamkan kezholiman atas dirinya dan kepada hamba-Nya didalam hadits Qudsi :</p>
<p>يَا عِبَادِيْ إِنِّيْ حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِيْ وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرَّمًا فَلَا تَظَالَمُوْا</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya aku mengharamkan kezholiman atas diriku dan aku menjadikan hal tersebut sebagai perkara yang haram antara sesama kalian. Maka janganlah kalian saling mendzolimi. [HR..Muslim (2577),Ibnu Hibban (619), Abdur Rozzaq (20272),Al-Baihaqiy dalam Al-Kubro (11283), Abu Nu’aim (5/125), Ath-Thobroniy dalam Musnad Asy-Syamiyyin (338). Lihat Takhrij Al-Misykah (2326)]</p>
<p>Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,</p>
<p>اتقوا الظلم فإن الظلم ظلمات يوم القيامة</p>
<p>&#8220;Takutlah terhadap perbuatan dzolim, sebab kedzoliman adalah kegelapan di atas kegelapan di hari kiamat&#8221;. [HR..Ahmad dalam Al-Musnad (2/92 &amp; 136), Al-Bukhary dalam Al-Adab Al-Mufrod (483), Muslim(2578), Al-Hakim (27). Lihat Ash-Shohihah (858)]</p>
<p>Islam adalah agama yang mengajak kepada perbaikan<br />
Islam sangat menganjurkan untuk berbuat kebaikan dan larangan dari berbuat kerusakan di muka bumi di dalam banyak ayat, diantaranya adalah firman Allah subhanahu wa ta’ala:</p>
<p>ولا تفسدوا في الأرض بعد إصلاحها</p>
<p>&#8220;Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Allah memperbaikinya&#8221; (QS. Al A’raf: 56)</p>
<p>Oleh karena itu, tuduhan-tuduhan yang dilontarkan kepada Islam adalah sesuatu yang tidak benar. Bagaimana hal itu bisa terjadi? Padahal Islam sangat mengecam dan mencela perbuatan kerusakan di muka bumi. Janganlah hanya karena perbuatan segelintir orang, sehingga kita mengkambinghitamkan agama yang mulia ini. Ketika agama kita dicela, nabi kita dihina dengan karikatur mereka, hukum-hukum Allah diotak-atik satu-persatu, diantaranya poligami, sunnah-sunnah Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- dilecehkan. Ini merupakan kerusakan dan perusakan yang menyebabkan resahnya masyarakat. Kita harus membelanya dengan seluruh tenaga kita, tapi bukan dengan demo, dan mencela penguasa. Karena hal-hal seperti ini, bukan malah meperbaiki, tapi merusak. Janganlah kita terpengaruh dengan tuduhan-tuduhan orang-orang kafir, sebab memang mereka telah menanamkan kebencian terhadap Islam sejak dahulu.</p>
<p>&#8220;Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka&#8221;. (QS. Al Baqarah: 120)</p>
<p>Abu Ja’far Ath-Thobariy-rahimahullah- berkata dalam membahasakan ayat ini, &#8220;Orang-orang Yahudi, dan Nashrani tak akan ridho (senang) selamanya kepadamu, wahai Muhammad. Maka tinggalkan meminta sesuatu yang membuat mereka ridho, dan cocok bagi mereka; menghadaplah dalam mencari ridho Allah ketika mendakwahi mereka kepada kebenaran yang engkau diutus dengannya&#8221;. [Lihat Jami’ Al-Bayan (1/565)]</p>
<p>Sumber : Buletin Jum’at Al-Atsariyyah edisi 27 Tahun I. Penerbit : Pustaka Ibnu Abbas. Alamat : Pesantren Tanwirus Sunnah, Jl. Bonto Te’ne No. 58, Kel. Borong Loe, Kec. Bonto Marannu, Gowa-Sulsel. HP : 08124173512 (a/n Ust. Abu Fa’izah). Pimpinan Redaksi/Penanggung Jawab : Ust. Abu Fa’izah Abdul Qadir Al Atsary, Lc. Dewan Redaksi : Santri Ma’had Tanwirus Sunnah – Gowa. Editor/Pengasuh : Ust. Abu Fa’izah Abdul Qadir Al Atsary, Lc. Layout : Abu Muhammad Mulyadi. Untuk berlangganan/pemesanan hubungi : Ilham Al-Atsary (085255974201). (infaq Rp. 200,-/exp)</p>
<p>http://almakassari.com/?p=167</p>
<div align="right"> 		    			  			<a href="http://darussalaf.org/myprint.php?id=904" class="pn-normal" target="_blank" title="printer-friendly page"><br />
</a></div>
<div align="right"></div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sintegcom.wordpress.com/17/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sintegcom.wordpress.com/17/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sintegcom.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sintegcom.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sintegcom.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sintegcom.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sintegcom.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sintegcom.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sintegcom.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sintegcom.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sintegcom.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sintegcom.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sintegcom.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sintegcom.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sintegcom.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sintegcom.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sintegcom.wordpress.com&amp;blog=2466032&amp;post=17&amp;subd=sintegcom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sintegcom.wordpress.com/2008/01/08/ketika-islam-dikambinghitamkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/442a2597e1aa1ec1619b64cc9fdef01d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sintegcom</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
